Barusan ada gempa di Bandung. Lumayan berasa di Bandung. Dari sumber http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/Quakes/us2009lbat.html katanya 7.4 SR, di selatan Bandung. Kata temen-temen di Jakarta, gempanya juga berasa sampe sana.
Makin berasa gempanya karna ruang kerjaku di ruangan kecil dan banyak kaca-kaca semua, plus ada di gedung tua-nya ITB. Jiper juga ni. Tapi, semoga aman terkendali semuanya dan tidak ada korban.
Rabu, 02 September 2009
Kamis, 27 Agustus 2009
(Lagi-lagi) Klaim oleh malaysia
Udah semingguan terakhir ini, (lagi-lagi) tersiar kabar tentang klaim malaysia terhadap tari Pendet. Dari dulu (klaim terhadap lagu Rasa Sayange, wayang, batik, reog, dll) aku ga pernah tanggapin. Tapi kali ini, kalo dibiarin terus lama kelamaan eneg juga dengernya.
Aku bukan mau komen tentang malay. Udah tau sam tau lah kita semua kelakuan orang itu kaya mana. Tapi aku cuma mau sedikit ngeliat tentang kita sendiri. Beberapa hari yang lalu, kalo ga salah pas Dirgahayu RI, Mensesneg kita (Bpk. Hatta Rajasa) diwawancara oleh stasiun televisi tentang klaim tari Pendet oleh malay. Beliau sempat berujar, "Sudahlah.. Yang kaya gitu ga usah ditanggepin" (persis kata2 nya gw rada lupa). Emang sih, aku juga rada males ngliat tingkah malay yang kaya gitu, Pak. Tapi bukan kata2 seperti itu yang harus keluar dari mulut tiap2 orang di Indonesia. Apalagi kapasitas bpk sebagai menteri sekaligus public figure. Kau jahat, Pak, terhadap kondisi dimana budaya kita di akui oleh pihak lain. Kita sama-sama lahir dari kampus yang berbudaya, sudah sepantasnya kita yang harus bela budaya kita. Semoga kata-kata bpk yang terucap hanya kata-kata yang khilaf. Kita akan bela bersama, Pak..
Berita terbaru, Presiden dan Menbudpar, Jero Wacik, sudah melayangkan teguran keras terhadap malaysia. Salut. Mendirikan MGG di ITB (unit Bali di ITB) sama halnya pelestarian budaya, Pak Jero Wacik. Dan itu sama hal nya dengan pembelaan terhadap kemerdekaan, yang di bulan ini selalu kita ucapkan.
Semoga kita semakin sadar untuk memajukan budaya kita, terlepas ada-tidaknya klaim dari negara lain.
Aku bukan mau komen tentang malay. Udah tau sam tau lah kita semua kelakuan orang itu kaya mana. Tapi aku cuma mau sedikit ngeliat tentang kita sendiri. Beberapa hari yang lalu, kalo ga salah pas Dirgahayu RI, Mensesneg kita (Bpk. Hatta Rajasa) diwawancara oleh stasiun televisi tentang klaim tari Pendet oleh malay. Beliau sempat berujar, "Sudahlah.. Yang kaya gitu ga usah ditanggepin" (persis kata2 nya gw rada lupa). Emang sih, aku juga rada males ngliat tingkah malay yang kaya gitu, Pak. Tapi bukan kata2 seperti itu yang harus keluar dari mulut tiap2 orang di Indonesia. Apalagi kapasitas bpk sebagai menteri sekaligus public figure. Kau jahat, Pak, terhadap kondisi dimana budaya kita di akui oleh pihak lain. Kita sama-sama lahir dari kampus yang berbudaya, sudah sepantasnya kita yang harus bela budaya kita. Semoga kata-kata bpk yang terucap hanya kata-kata yang khilaf. Kita akan bela bersama, Pak..
Berita terbaru, Presiden dan Menbudpar, Jero Wacik, sudah melayangkan teguran keras terhadap malaysia. Salut. Mendirikan MGG di ITB (unit Bali di ITB) sama halnya pelestarian budaya, Pak Jero Wacik. Dan itu sama hal nya dengan pembelaan terhadap kemerdekaan, yang di bulan ini selalu kita ucapkan.
Semoga kita semakin sadar untuk memajukan budaya kita, terlepas ada-tidaknya klaim dari negara lain.
Rabu, 08 Juli 2009
Maaf, Bu..
Aku ga bisa nyontreng. Tanggal 8 Juli, yang dulu kuperkirakan dapat pulang ke Solo untuk nyontreng, ternyata tak dapat kulakukan. Tanggal 8 Juli yang jatuh pada hari Rabu (tengah minggu) jadi bikin ga bisa pulang karena ada kerjaan yang ga bisa ditinggal dan kalaupun bisa pulang, jadi nanggung karena hanya satu hari pulangnya dan kurang memungkinkan untuk ambil cuti dua hari. Beda halnya kalau Pemilu jatuh pada hari Kamis/Jumat atau Senin/Selasa. Kemungkinan untuk cuti sangat besar, atau mencutikan diri juga sangat memungkinkan. hehe.. Sementara, untuk nyontreng di Bandung sudang tidak memungkinakn lagi karena waktu pendaftaran sudah tutup dan aku ga punya KTP Bandung. tahpapalah..
Mau tidak mau, Pemilu kali ini aku (lagi-lagi) jadi golongan putih. Pilihanku cuma ada dua: MERAH atau PUTIH. Untuk memilih yang merah, sudah tidak memungkinkan lagi, terpaksa aku memilih putih untuk ke sekian kalinya. Sesal dan kecewa hanya bisa kurasakan saat melihat hasil quick count di TV sore tadi. SBY sekita 58-60% suara, sementara Bu Mega separuhnya, dan JK kira2 separuhnya dari Bu Mega. Sedih melihat hasil itu. Entah apa yang terjadi oleh Indonesia. Apakah masih mau kita beli pemimpin, yang dari beberapa fakta dan pengamatan pribadi, yang "menjual" bangsa kita demi kata-kata "pertumbuhan ekonomi". Masih banyak cara lainnya, Pak.. Tapi entahlah, mungkin masih banyak faktor yang tak ku tahu sehingga aku hanya bisa ngomong kaya gini. Tapi satu yang ingin kusampaikan: "Maaf, Bu Mega.."
Kupilih PUTIH karena MERAH tak dapat kuberikan padamu, MERAH-PUTIHku..
Mau tidak mau, Pemilu kali ini aku (lagi-lagi) jadi golongan putih. Pilihanku cuma ada dua: MERAH atau PUTIH. Untuk memilih yang merah, sudah tidak memungkinkan lagi, terpaksa aku memilih putih untuk ke sekian kalinya. Sesal dan kecewa hanya bisa kurasakan saat melihat hasil quick count di TV sore tadi. SBY sekita 58-60% suara, sementara Bu Mega separuhnya, dan JK kira2 separuhnya dari Bu Mega. Sedih melihat hasil itu. Entah apa yang terjadi oleh Indonesia. Apakah masih mau kita beli pemimpin, yang dari beberapa fakta dan pengamatan pribadi, yang "menjual" bangsa kita demi kata-kata "pertumbuhan ekonomi". Masih banyak cara lainnya, Pak.. Tapi entahlah, mungkin masih banyak faktor yang tak ku tahu sehingga aku hanya bisa ngomong kaya gini. Tapi satu yang ingin kusampaikan: "Maaf, Bu Mega.."
Kupilih PUTIH karena MERAH tak dapat kuberikan padamu, MERAH-PUTIHku..
Selasa, 07 Juli 2009
KTP ku bisa buat nyontreng??
Pemilu Presiden-Wakil Presiden kurang dari satu hari lagi. Sampai saat ini, aku masih belum tau apakah aku bisa nyontreng (memilih) presiden atau ga. Di kota asalku, solo, aku terdaftar. Tapi, apa daya, Pemilu yang jatuh pada hari Rabu memaksaku (dan banyak orang di luar sana, yang senasib) untuk tidak bisa pulang ke kota masing-masing buat milih.
Beberapa hari yang lalu memang sempat diberitahukan oleh ibu kos bahwa bisa nyontreng di bandung. Tetapi karena pada saat itu aku masih merasa bahwa bisa pulang ke Solo, aku tidak mendaftarkan diri ke tps kos-ku. Sampai pada akhir minggu lalu, ternyata memang tidak memungkinkan untuk pulang ke Solo, maka baru aku urus pendaftaran untuk Pemilu ini. Hal itu aku lakukan, juga dengan pertimbangan bahwa ada permasalahan tentang DPT sehingga berujung pada tuntutan atas pelaksanaan pemilu dengan pemilih menggunakan KTP saja sebagai syarat melaksanakan Pemilu.
Sampai sore ini, aku belum mendapat kabar, apakah aku bisa mendapatkan hak-ku sebagai warga negara untuk memilih presiden-ku.
Semoga besok segera mendapat kepastian dan dapat memilih pemimpin yang aku inginkan.
Beberapa hari yang lalu memang sempat diberitahukan oleh ibu kos bahwa bisa nyontreng di bandung. Tetapi karena pada saat itu aku masih merasa bahwa bisa pulang ke Solo, aku tidak mendaftarkan diri ke tps kos-ku. Sampai pada akhir minggu lalu, ternyata memang tidak memungkinkan untuk pulang ke Solo, maka baru aku urus pendaftaran untuk Pemilu ini. Hal itu aku lakukan, juga dengan pertimbangan bahwa ada permasalahan tentang DPT sehingga berujung pada tuntutan atas pelaksanaan pemilu dengan pemilih menggunakan KTP saja sebagai syarat melaksanakan Pemilu.
Sampai sore ini, aku belum mendapat kabar, apakah aku bisa mendapatkan hak-ku sebagai warga negara untuk memilih presiden-ku.
Semoga besok segera mendapat kepastian dan dapat memilih pemimpin yang aku inginkan.
Rabu, 06 Mei 2009
Jejak Langkah.. 01
Jalanan Solo, 2009
Malam ini sepi. Masih seperti malam-malam di beberapa tahun belakangan. Lampu temaram yang temani langkahku kini. Langkah seorang pemuda. Langkah yang ingatkan aku, betapa jalanan ini, kota ini, pernah selalu terbangun. Kota ini, dan di jalan yang kususuri ini, pernah menemani langkahku di malam hari. Tiap langkahku mengingatkan pada langkah kecilku di waktu itu...
Satu rumah di Solo, 1995
Hanya riang yang kuingat.. Malam ini, udara dingin. Di sebelahku ada mami, papi, kedua kakakku, oom ku dan emakku (nenek). Di halaman ini, kami berkumpul. Senda gurau berseling di antara obrolan malam ini. Aku hanya duduk sembari berusaha mencerna apa yang sedang dibincangkan mereka. Ahh.. Tidak tahu aku. Aku hanya tahu jika ada pembicaraan ringan diantara mereka..
Ku amati bayang besar pohon mangga, yang berada di halaman rumah.. Bau nasi goreng kegemaranku segera tercium di penciumanku. Nasi goreng dari gerobak kecil inilah kegemaranku. Gerobak kecil yang selalu menjajakan aneka masakan inilah yang hampir selalu menemani kami sekeluarga dalam melepas lelah dan obrolan malam. Segera kuraih sepiring nasi goreng, beserta hangatnya kedamaian di kota ini...
Sebuah jalan kecil di Solo, 1996
Jalan ini tidak pernah sepi. Warung kecil itu tak pernah tutup sepanjang malam. Menjelang pagi, keramaian digantikan oleh penjaja makanan pagi di jalan ini juga. Selalu terdengar obrolan dan tawa di tengah sepinya malam...
Sebuah rumah di Solo,1998
Gelap.. Listrik mati.. Sepi..
Kring.. Kring.. Berkali-kali telepon di rumah ini berdering.
Hanya kalimat "Kami baik-baik saja" yang bisa kami berikan pada mereka.
Semenjak siang, terjadi kerusuhan dan pembakaran di hampir seluruh kota ini. Dari lantai atas rumahku, terlihat kepulan asap yang menutup langit biru Solo. Bukan sekedar asap biasa yang bisa menghitamkan langit Solo. Asap hitam pembakaran toko, rumah, kendaraan, dan nyawa yang mengatasnamakan reformasi dan ke-etnis-an.
Malam ini semakin mencekam.. Aku tidak bisa tidur. Suatu waktu aku bisa saja dipaksa pergi dari rumahku sendiri. Dipaksa atas dasar reformasi. Meskipun aku tak tahu apa itu reformasi yang sesungguhnya..
Aku yang masih tak mengerti apa itu politik, apa itu kekuasaan orba, hanya bisa merasakan.. Tidak ada lagi damai...
Sebuah jalan kecil di Solo,2009
Kini, warung itu sudah tutup. Entah karena sudah habis makanan di dalamnya, atau sudah tidak ada lagi keramaian yang menyertainya. Yang pasti, keduanya telah menjadi kesepian yang amat sangat di malam ini...
Malam ini sepi. Masih seperti malam-malam di beberapa tahun belakangan. Lampu temaram yang temani langkahku kini. Langkah seorang pemuda. Langkah yang ingatkan aku, betapa jalanan ini, kota ini, pernah selalu terbangun. Kota ini, dan di jalan yang kususuri ini, pernah menemani langkahku di malam hari. Tiap langkahku mengingatkan pada langkah kecilku di waktu itu...
Satu rumah di Solo, 1995
Hanya riang yang kuingat.. Malam ini, udara dingin. Di sebelahku ada mami, papi, kedua kakakku, oom ku dan emakku (nenek). Di halaman ini, kami berkumpul. Senda gurau berseling di antara obrolan malam ini. Aku hanya duduk sembari berusaha mencerna apa yang sedang dibincangkan mereka. Ahh.. Tidak tahu aku. Aku hanya tahu jika ada pembicaraan ringan diantara mereka..
Ku amati bayang besar pohon mangga, yang berada di halaman rumah.. Bau nasi goreng kegemaranku segera tercium di penciumanku. Nasi goreng dari gerobak kecil inilah kegemaranku. Gerobak kecil yang selalu menjajakan aneka masakan inilah yang hampir selalu menemani kami sekeluarga dalam melepas lelah dan obrolan malam. Segera kuraih sepiring nasi goreng, beserta hangatnya kedamaian di kota ini...
Sebuah jalan kecil di Solo, 1996
Jalan ini tidak pernah sepi. Warung kecil itu tak pernah tutup sepanjang malam. Menjelang pagi, keramaian digantikan oleh penjaja makanan pagi di jalan ini juga. Selalu terdengar obrolan dan tawa di tengah sepinya malam...
Sebuah rumah di Solo,1998
Gelap.. Listrik mati.. Sepi..
Kring.. Kring.. Berkali-kali telepon di rumah ini berdering.
Hanya kalimat "Kami baik-baik saja" yang bisa kami berikan pada mereka.
Semenjak siang, terjadi kerusuhan dan pembakaran di hampir seluruh kota ini. Dari lantai atas rumahku, terlihat kepulan asap yang menutup langit biru Solo. Bukan sekedar asap biasa yang bisa menghitamkan langit Solo. Asap hitam pembakaran toko, rumah, kendaraan, dan nyawa yang mengatasnamakan reformasi dan ke-etnis-an.
Malam ini semakin mencekam.. Aku tidak bisa tidur. Suatu waktu aku bisa saja dipaksa pergi dari rumahku sendiri. Dipaksa atas dasar reformasi. Meskipun aku tak tahu apa itu reformasi yang sesungguhnya..
Aku yang masih tak mengerti apa itu politik, apa itu kekuasaan orba, hanya bisa merasakan.. Tidak ada lagi damai...
Sebuah jalan kecil di Solo,2009
Kini, warung itu sudah tutup. Entah karena sudah habis makanan di dalamnya, atau sudah tidak ada lagi keramaian yang menyertainya. Yang pasti, keduanya telah menjadi kesepian yang amat sangat di malam ini...
Senin, 20 April 2009
Akhirnya Lulus Juga..
Sabtu, 18 April 2009. Akhirnya aku lulus juga. Setelah empat setengah tahun di kandang gajah ini (baca: ITB), akhirnya aku lulus dengan bahagia. wkwk..
Ada beberapa kalimat yang ditanya beberapa orang ke aku dalam beberapa hari ini. Kalimat pertama, yaitu:
Gimana perasaan kamu?
Bahagia. Jelaslah, dengan kelulusan ini, minimal, aku udah nyelesein tanggungjawab secara langsung ma orang btua yang ngebiayaain pendidikan dasar (pendidikan dasar sampe tingkat kuliah maksudnya). Ga ngecewain orang tua, jelas bikin aku bahagia. Apalagi ngeliat mami bahagia, tentu bikin aku makin bahagia lebih. Pastinyo..
Kalimat kedua, "Habis lulus, mau ngapain?"
Kalo udah keluar kalimat tanya kaya gini, aku udah mulai males ni. Bayangin aja, dari selesai sidang TA, ga berapa lama kemudian udah ada yang nanya kaya ginian. Tahpapa.. Sebenernya, aku masih punya banyak pilihan yang pengen ku lakukan selesai lulus dari kuliah ini. Pengennya sih masih kerja sama dosen (proyek-proyek gitu) dengan harapan beasiswa S2 ato rekomendasi kerja dari dosen; trus pengen juga kerja di developer, ato konsultan sipil; trus yang ketiga, pengen buka usaha sendiri. Tapi karen males jawab panjang-panjang and pasti ada pertanyaan lanjutan (kalo kujawab sepanjang ini), makanya pada akhirnya kujawab "ntar lah.. masih santai-santai dulu ni..". (ini salah satu tips and trik buat para newbie lulusan. hehe..).
Kalimat ketiga, "Udah ada PW(Pendamping Wisuda) belom?"
Kalo pertanyaan ini, dengan jelas, kujawab "belom. lo mau nyariin?" (buat yang nanya cowo) atau "belom. lo mau jadi PW gw?" (buat yang nanya cewe). Kalo masalah ini sih, sebenarnya masalah klasik, jadi udah gampang jawabnya. Aku emang masih males buat yang kaya gini-ginian (meskipun ada beberapa cewe yang masi nempel di dalem sampe sekarang).
Ketiga pertanyaan diatas susah-susah-gampang aja jawabnya. Tapi yang dinanti dari kelulusanku adalah prosesi pe-nonhim-an dari HMS. Udah pada taulah (anak-anak ITB) gimana cara HMS buat me-nonhimp-kan anggotanya, dengan acara "kuya-kuyaan".
Singkat cerita, aku ga terlalu peduli sama acara wisuda di sabuga. Tapi acara kuya-kuyaan masih membekas sampe hari ini. Punggung ini udah jadi korban ketidakwarasan anak-anak HMS. Tar kapan-kapan dijelasin lah gimana prosesinya, sampe hasilin punggung yang biru-keungu-unguan. tahpapa.. capek.. mau tidur dulu (dengan tengkurap)..
Apapun yang terjadi sama punggungku, tetep mau bilang makasih banyak buat alumni2 dari 99-03 plus 04 yang udah dateng n buat temen-temen 05-06 yang udah ngasi 'tanda cinta' di punggung ini. plus 07 yang udah jadi panitia (sori, ga jadi ribut ma tambang n terra)
Thanks, bos-bis.. *senyum-senyum di malam hari*
*groookk..*
Ada beberapa kalimat yang ditanya beberapa orang ke aku dalam beberapa hari ini. Kalimat pertama, yaitu:
Gimana perasaan kamu?
Bahagia. Jelaslah, dengan kelulusan ini, minimal, aku udah nyelesein tanggungjawab secara langsung ma orang btua yang ngebiayaain pendidikan dasar (pendidikan dasar sampe tingkat kuliah maksudnya). Ga ngecewain orang tua, jelas bikin aku bahagia. Apalagi ngeliat mami bahagia, tentu bikin aku makin bahagia lebih. Pastinyo..
Kalimat kedua, "Habis lulus, mau ngapain?"
Kalo udah keluar kalimat tanya kaya gini, aku udah mulai males ni. Bayangin aja, dari selesai sidang TA, ga berapa lama kemudian udah ada yang nanya kaya ginian. Tahpapa.. Sebenernya, aku masih punya banyak pilihan yang pengen ku lakukan selesai lulus dari kuliah ini. Pengennya sih masih kerja sama dosen (proyek-proyek gitu) dengan harapan beasiswa S2 ato rekomendasi kerja dari dosen; trus pengen juga kerja di developer, ato konsultan sipil; trus yang ketiga, pengen buka usaha sendiri. Tapi karen males jawab panjang-panjang and pasti ada pertanyaan lanjutan (kalo kujawab sepanjang ini), makanya pada akhirnya kujawab "ntar lah.. masih santai-santai dulu ni..". (ini salah satu tips and trik buat para newbie lulusan. hehe..).
Kalimat ketiga, "Udah ada PW(Pendamping Wisuda) belom?"
Kalo pertanyaan ini, dengan jelas, kujawab "belom. lo mau nyariin?" (buat yang nanya cowo) atau "belom. lo mau jadi PW gw?" (buat yang nanya cewe). Kalo masalah ini sih, sebenarnya masalah klasik, jadi udah gampang jawabnya. Aku emang masih males buat yang kaya gini-ginian (meskipun ada beberapa cewe yang masi nempel di dalem sampe sekarang).
Ketiga pertanyaan diatas susah-susah-gampang aja jawabnya. Tapi yang dinanti dari kelulusanku adalah prosesi pe-nonhim-an dari HMS. Udah pada taulah (anak-anak ITB) gimana cara HMS buat me-nonhimp-kan anggotanya, dengan acara "kuya-kuyaan".
Singkat cerita, aku ga terlalu peduli sama acara wisuda di sabuga. Tapi acara kuya-kuyaan masih membekas sampe hari ini. Punggung ini udah jadi korban ketidakwarasan anak-anak HMS. Tar kapan-kapan dijelasin lah gimana prosesinya, sampe hasilin punggung yang biru-keungu-unguan. tahpapa.. capek.. mau tidur dulu (dengan tengkurap)..
Apapun yang terjadi sama punggungku, tetep mau bilang makasih banyak buat alumni2 dari 99-03 plus 04 yang udah dateng n buat temen-temen 05-06 yang udah ngasi 'tanda cinta' di punggung ini. plus 07 yang udah jadi panitia (sori, ga jadi ribut ma tambang n terra)
Thanks, bos-bis.. *senyum-senyum di malam hari*
*groookk..*
Selasa, 14 April 2009
Percayalah!! Dunia Takkan Runtuh Tanpa Teknologi!!
Minggu ini udah gw nobatin jadi "Minggu Anti Teknologi". Tahpapa.. Minggu ini kayanya teknologi lagi menjauh dari kehidupan gw.
Dimulai dari printer gw yang rusak. Tiba-tiba aja tu printer rusak, ga bisa nyala sama sekali. Untung tugas dia buat nge-print TA gw udah beres, kalo ngga... beuh.. bisa mati gw injek-injek tuh printer. fuhh.. Tapi tetep aja gw kesel. Knapa? ya kesel aja. Emang ga boleh?.. (Lha.. kok malah balik nantang?wkwk..)
Yang kedua, Mozilla Firefox yang biasa gw pake buat brow2, tiba2 aja ga bisa dipake. Tiap kali mau gw pake, tiba2 aja selalu ga bisa masukin AI3. Pertama gw bingung, ni Mozilla knapa ya? Apa udah bosen sama gw? Trus akhirnya gw putusin aja. Uninstall. (mposs..)
Kejadian ketiga bermula dari setelah gw turun dari Lembang jam 3an pagi. Nyampe kampus, tiba2 aja HP gw muter mp3 sendiri. Yang bikin ngeri tuh lagu yang diputernya, lagunya Bohemian Rhapsody pulak. tahpapa.. Gimana bulu kuduk gw ga merinding.. Gw matiin ga bisa, jadi akhirnya gw teken tombol power HP sampe tu HP mati. Setelah gw hidupin lagi, tuh HP jadi white screen. Tapi call n sms bisa masuk, cuma layarnya aja yang jadi putih gt. Kata temen gw, mungkin gara2 dingin dan udara lembabnya Lembang. Tapi sampe sekarang, udah lama di Bandung, tu HP juga ga balik2 ke semula. Tadi udah gw bawa ke Nokia Care, kata mereka mau di cek dolo. Tapi kira2 biayanya 600 rban, bahkan bisa lebih.. (masa depan kere ni.. :) ).
Kejadian keempat berkaitan banget dengan kejadian kedua. Jadi gini.. Setelah si Firefox-nya ga bisa jalan, dengan sotoynya gw menyimpulkan bahwa laptop gw kena virus dan mcafee di laptop gw udah ga jalan. Dengan santainya, gw install BitDefender tanpa meng-uninstall di mcafee gw, plus masih nyolok koneksi. Hasilnya.. Driver internet laptop gw jadi damage (gw ketahui setelah hari ke-3 si internet ga mau jalan). Resmilah, gw liburan long weekend tanpa internet-an ria. ckck.. Akhirnya udah gw benerin sendiri dan sekarang gw udah bisa nge-blog lagi.
Tuh kan.. Dari empat kejadian besar dalam sejarah perteknologian gw, maka dapat diketahui bahwa jika dan hanya jika minggun kemaren udah bikin gw jadi males bergaul sama teknologi.
*Semoga lekas membaik...
Dimulai dari printer gw yang rusak. Tiba-tiba aja tu printer rusak, ga bisa nyala sama sekali. Untung tugas dia buat nge-print TA gw udah beres, kalo ngga... beuh.. bisa mati gw injek-injek tuh printer. fuhh.. Tapi tetep aja gw kesel. Knapa? ya kesel aja. Emang ga boleh?.. (Lha.. kok malah balik nantang?wkwk..)
Yang kedua, Mozilla Firefox yang biasa gw pake buat brow2, tiba2 aja ga bisa dipake. Tiap kali mau gw pake, tiba2 aja selalu ga bisa masukin AI3. Pertama gw bingung, ni Mozilla knapa ya? Apa udah bosen sama gw? Trus akhirnya gw putusin aja. Uninstall. (mposs..)
Kejadian ketiga bermula dari setelah gw turun dari Lembang jam 3an pagi. Nyampe kampus, tiba2 aja HP gw muter mp3 sendiri. Yang bikin ngeri tuh lagu yang diputernya, lagunya Bohemian Rhapsody pulak. tahpapa.. Gimana bulu kuduk gw ga merinding.. Gw matiin ga bisa, jadi akhirnya gw teken tombol power HP sampe tu HP mati. Setelah gw hidupin lagi, tuh HP jadi white screen. Tapi call n sms bisa masuk, cuma layarnya aja yang jadi putih gt. Kata temen gw, mungkin gara2 dingin dan udara lembabnya Lembang. Tapi sampe sekarang, udah lama di Bandung, tu HP juga ga balik2 ke semula. Tadi udah gw bawa ke Nokia Care, kata mereka mau di cek dolo. Tapi kira2 biayanya 600 rban, bahkan bisa lebih.. (masa depan kere ni.. :) ).
Kejadian keempat berkaitan banget dengan kejadian kedua. Jadi gini.. Setelah si Firefox-nya ga bisa jalan, dengan sotoynya gw menyimpulkan bahwa laptop gw kena virus dan mcafee di laptop gw udah ga jalan. Dengan santainya, gw install BitDefender tanpa meng-uninstall di mcafee gw, plus masih nyolok koneksi. Hasilnya.. Driver internet laptop gw jadi damage (gw ketahui setelah hari ke-3 si internet ga mau jalan). Resmilah, gw liburan long weekend tanpa internet-an ria. ckck.. Akhirnya udah gw benerin sendiri dan sekarang gw udah bisa nge-blog lagi.
Tuh kan.. Dari empat kejadian besar dalam sejarah perteknologian gw, maka dapat diketahui bahwa jika dan hanya jika minggun kemaren udah bikin gw jadi males bergaul sama teknologi.
*Semoga lekas membaik...
Langganan:
Postingan (Atom)