Kamis, 03 September 2009

Kangen Aja..

Ga ada kerjaan, kubuka-buka kembali file-file di laptopku dari backup-an data yg dulu. Maklum, laptopku habis kehapus semua datanya. Hehe..

Ada satu file yang mengingatkanku pada beberapa tahun yang lalu. Masih di tempat ini, masih di kampus ini. Masih di lingkungan yang sama. Tetapi dengan kondisi yang sangat jauh berbeda. Satu file yang ditulis oleh abangku di kampus ini berisi lirik lagu dan puisi. Mungkin, ini saatnya kita untuk kembali.. Kembali berpikir..


satukanlah dirimu semua
seluruh rakyat senasib serasa
susah senang dirasa sama
bangun..bangunlah segera

satukanlah berai jemarimu
kepalkanlah dan jadikan tinju
bara luka jadikan palu
tuk pukul lawan tak perlu meragu

Kabar untuk anak

anakku..
aku tidak bisa memberi apa-apa
hanyalah bunyi genderang perang
kabar dari ayamu
saat ini aku berada di persimpangan jalan
apakah aku hrs memilih berjalan di atas kebenaran
ataukah kedamaian
ternyata aku memilih kebenaran
biarpun kebenaran itu penuh darah dan nanah
apalah arti kedamaian kalau hanya menjadi budak
tidak, anakku..
kalian tidak boleh menjadi budak di negeri sendiri
mereka sengaja memberikan mimpi tentang kedamaian
sementara kebenaran telah dirobek-robek
jiwa dan raga kita telah tercabik-cabik
terbuang dalam lautan debu yang sangat hitam
anakku..
biarpun aku rindu..
rindu untuk memelukmu
rindu untuk membelaimu
rindu untuk menumpahkan kasih sayang
namun aku relakan kerinduan ini untuk tetap berjuang
apabila di tengah padang terdengar suara genderang
di sanalah ayahmu mengankat pedang
anakku..
apabila aku harus mati nanti
dengarlah kata-kataku ini
kebenaran tidak akan pernah terwujud kalau tidak kita rebut

jangan mau dijajah jangan mau ditindas
jiwa dan pikiran kita
hari terus berganti haruskah kalah lagi
sang penindas harus pergi
tuk hari esok yang lebih baik

pasti menang harus menang
rakyat berjuang
pasti menang harus menang
rakyat merdeka


Kangen saat-saat mahasiswa. Kangen saat-saat bersama. Kangen saat-saat berbuat. Kangen saat-saat belajar. Kangen saat-saat berjuang.
satu pertanyaan, masihkan sekarang seperti dulu?

Tidak ada komentar: