...
Terdiam..
tidak berarti tanpa makna
tetapi hanya rangkaian arti dalam kata
di dalam jiwa
Terdiam..
bukanlah rasa sedih, yang harus sendiri
terkadang tersimpan tawa
di dalam hati
Terdiam..
berbeda dengan amarah
meski hanya bisu
namun itulah cinta
Terdiam..
bukan berarti hilang
seringkali hanya menarik diri
di dalam hidup ini
Terdiam..
bukan berarti berpaling
tapi memberi waktu
untuk dihampiri
Terdiam..
berisi sakit dan sepi
namun penuh rasa
yang sedang berjuang
...
...
...
...
.....
Kamis, 22 Juli 2010
Kamis, 01 Juli 2010
Hukum Truk Sampah
Sudah enam bulan tanpa tulis atau lihat blog ini. Bukan tanpa keinginan untuk menulis, tapi banyak hal yang terjadi dan selalu 'numpuk' di pikiran jadi makin bingung untuk menulis. hehe..
Ini ada artikel yang aku dapat dari sebuah milis, ceritanya & isinya ngingetin buat kejadian beberapa tahun yang lalu. cekidot..
---
HUKUM TRUK SAMPAH
Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara.
Kami melaju pd jalur yg benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dr tempat parkir tepat di depan kami.
Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.
Pengemudi mobil hitam tsb mengeluarkan kepalanya & memaki ke arah kami.
Supir taxi hanya tersenyum & melambai pada orang tersebut.
Saya sangat heran dgn sikapnya yg bersahabat.
Saya bertanya, "Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!"
Saat itulah saya belajar dr supir taxi tsb mengenai apa yg saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah".
Ia menjelaskan bahwa byk orang seperti truk sampah.
Mrk berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan.
Seiring dgn semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat utk membuangnya, & seringkali mereka membuangnya kpd anda.
Jgn ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup.
Jgn ambil sampah mereka utk kembali membuangnya kpd orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dlm perjalanan.
Intinya, orang yg sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dgn merusak suasana hati.
Hidup ini terlalu singkat utk bantgun di pagi hari dgn penyesalan, maka kasihilah orang yg memperlakukan anda dgn benar, berdoalah bagi yg tidak.
Hidup itu 10% mengenai apa yg kau buat dengannya dan 90% ttg bagaimana kamu menghadapinya.
Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi ttg bagaimana belajar menari dlm hujan.
---
diambil dari milis SSK 27/6/10
Ini ada artikel yang aku dapat dari sebuah milis, ceritanya & isinya ngingetin buat kejadian beberapa tahun yang lalu. cekidot..
---
HUKUM TRUK SAMPAH
Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara.
Kami melaju pd jalur yg benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dr tempat parkir tepat di depan kami.
Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.
Pengemudi mobil hitam tsb mengeluarkan kepalanya & memaki ke arah kami.
Supir taxi hanya tersenyum & melambai pada orang tersebut.
Saya sangat heran dgn sikapnya yg bersahabat.
Saya bertanya, "Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!"
Saat itulah saya belajar dr supir taxi tsb mengenai apa yg saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah".
Ia menjelaskan bahwa byk orang seperti truk sampah.
Mrk berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan.
Seiring dgn semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat utk membuangnya, & seringkali mereka membuangnya kpd anda.
Jgn ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup.
Jgn ambil sampah mereka utk kembali membuangnya kpd orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dlm perjalanan.
Intinya, orang yg sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dgn merusak suasana hati.
Hidup ini terlalu singkat utk bantgun di pagi hari dgn penyesalan, maka kasihilah orang yg memperlakukan anda dgn benar, berdoalah bagi yg tidak.
Hidup itu 10% mengenai apa yg kau buat dengannya dan 90% ttg bagaimana kamu menghadapinya.
Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi ttg bagaimana belajar menari dlm hujan.
---
diambil dari milis SSK 27/6/10
Selasa, 15 Desember 2009
semangat dari seorang teman
satu waktu aku bersedih, ada teman yang berikan rangkaian kalimat...
Bila hari ini,
Mendung hati pekat menyelimutimu
Terimalah apa adanya
Karena rembang pagi suka citamu segera tiba
Segala citamu akan terjawab
Dan kau akan tertawa sepanjang masa
-A friend loves at all times, and a brother is born for adversity-
Bila hari ini,
Mendung hati pekat menyelimutimu
Terimalah apa adanya
Karena rembang pagi suka citamu segera tiba
Segala citamu akan terjawab
Dan kau akan tertawa sepanjang masa
-A friend loves at all times, and a brother is born for adversity-
Jumat, 04 Desember 2009
Tong Sampah Terbaik di Hidupku
Bulan Desember telah tiba. Suatu pertanda tahun ini juga akan berakhir, dan berganti dengan tahun yang baru. Kuingat beberapa tahun yang lalu, dimana masa remaja telah membentukku menjadi seperti sekarang ini. Masa-masa remaja, yang kata orang merupakan masa yang labil, telah kubuat menjadi kehidupan yang penuh prinsip.
Kembali kuingat bahwa pada masa itu aku tidak ingin pacaran. Menurutku pacaran pada masa remaja akan membuang masa remajaku. Masa remajaku harus diisi dengan banyak teman dan sahabat. Dengan pacaran, menurutku, aku akan merasa terbatas dalam bergaul dengan teman-temanku. Hal kedua yang kuingat adalah keinginanku menjadi 'tong sampah'. Tong sampah mempunyai fungsi sebagai tempat untuk membuang hal-hal yang sudah tidak berguna. Aku ingin menjadi 'tong sampah' bagi orang-orang disekitarku. Aku ingin orang-orang disekitarku membuang hal-hal yang 'sebenarnya' tidak mereka perlukan kepadaku. Aku ingin menjadi pendengar yang baik bagi mereka, yang selalu mendengar keluh kesah dan beban mereka dan mereka akan kembali lega setelah membuang apa yang mereka tidak perlukan dalam hidup mereka. Dalam hidup ini, banyak orang berbicara (dengan sangat baik sekali) tetapi sangat sedikit orang yang mendengar dengan baik. Menjadi pendengar yang baik bukanlah sesuatu yang mudah, karena orang selalu ingin didengar, bukan mendengar.
Dalam bulan-bulan yang lalu, setiap orang yang lalu lalang dalam hidupku membuat hatiku sedikit goyang. 'Tong sampah' yang kuimpikan dulu dalam hidupku kembali diuji. Apakah aku masih dapat berperan seperti itu? Menjadi seorang pendengar yang baik, dan yang membantu orang sekitarnya dalam menjalani apa yang terjadi sehingga menjadi kembali kuat dan segar? Beberapa kali aku selalu merasa sedih, karena si 'pembuang sampah' tidak akan memerlukan tong sampah jika sedang tidak punya hal yang kotor, yang mereka akan buang. Meskipun tidak mudah, tetapi aku yakin bahwa ada "Tong Sampah' terbaik yang berada di belakangku, yang selalu ada buat menampung tong sampah kecil ini apabila sudah penuh.
Kembali kuingat bahwa pada masa itu aku tidak ingin pacaran. Menurutku pacaran pada masa remaja akan membuang masa remajaku. Masa remajaku harus diisi dengan banyak teman dan sahabat. Dengan pacaran, menurutku, aku akan merasa terbatas dalam bergaul dengan teman-temanku. Hal kedua yang kuingat adalah keinginanku menjadi 'tong sampah'. Tong sampah mempunyai fungsi sebagai tempat untuk membuang hal-hal yang sudah tidak berguna. Aku ingin menjadi 'tong sampah' bagi orang-orang disekitarku. Aku ingin orang-orang disekitarku membuang hal-hal yang 'sebenarnya' tidak mereka perlukan kepadaku. Aku ingin menjadi pendengar yang baik bagi mereka, yang selalu mendengar keluh kesah dan beban mereka dan mereka akan kembali lega setelah membuang apa yang mereka tidak perlukan dalam hidup mereka. Dalam hidup ini, banyak orang berbicara (dengan sangat baik sekali) tetapi sangat sedikit orang yang mendengar dengan baik. Menjadi pendengar yang baik bukanlah sesuatu yang mudah, karena orang selalu ingin didengar, bukan mendengar.
Dalam bulan-bulan yang lalu, setiap orang yang lalu lalang dalam hidupku membuat hatiku sedikit goyang. 'Tong sampah' yang kuimpikan dulu dalam hidupku kembali diuji. Apakah aku masih dapat berperan seperti itu? Menjadi seorang pendengar yang baik, dan yang membantu orang sekitarnya dalam menjalani apa yang terjadi sehingga menjadi kembali kuat dan segar? Beberapa kali aku selalu merasa sedih, karena si 'pembuang sampah' tidak akan memerlukan tong sampah jika sedang tidak punya hal yang kotor, yang mereka akan buang. Meskipun tidak mudah, tetapi aku yakin bahwa ada "Tong Sampah' terbaik yang berada di belakangku, yang selalu ada buat menampung tong sampah kecil ini apabila sudah penuh.
Minggu, 29 November 2009
cerita om Tim
Aku punya cerita. Cerita tentang seorang pria muda yang kupanggil om Tim. Perkenalan dengan om Tim bermula saat aku berada di suatu taman kota di jalan terkenal kota ini. Seorang pria muda tiba-tiba mendekatiku saat aku tengah sendiri menikmati dinginnya malam itu. Tak lama berselang, obrolan kami kian akrab layaknya seorang sahabat lama yang bertemu kembali.
Ada satu cerita om Tim yang masih ku ingat sampai sekarang.
Suatu pagi yang cerah, om Tim sedang berjalan-jalan di keramaian kota. Tiba-tiba terdengar suara minta tolong. Ternyata ada satu wanita yang dicopet. Dengan sigapnya, om Tim mengejar si copet itu. Memasuki gang sempit, si copet merasa terdesak dan melepaskan dompet yang ada di genggamannya. Segera om Tim mengambil dompet itu sementara si copet segera kabur tanpa jejak. Menyusul dibelakang om Tim, wanita tersebut bersama dengan warga datang menghampiri om Tim. Om Tim menyerahkan dompet yang telah dipungutnya ke wanita tersebut. Tetapi apa yang terjadi sangat tidak diduga sebelumnya, warga yang berdatangan malah menuduh om Tim sebagai pencopet. Meskipun telah berusaha menerangkan duduk kejadian dan membela diri, namun tetap saja warga membawa om Tim ke kantor polisi. Di kantor polisi, om Tim diperiksa sebagai tuduhan atas pencopetan, tetapi om Tim tetap membela diri atas tuduhan yang tidak pernah dia lakukan. Untungnya, sang wanita yang dicopet kemudian menerangkan duduk permasalahan dan melihat wajah sang pencopet, yang berbeda sama sekali dengan om Tim. Terbebaslah om Tim dari tuduhan yang dilimpahkan padanya.
Beberapa bulan yang lalu, om Tim akhirnya bertunangan dengan seorang gadis yang telah menjadi pacarnya selama dua tahun. Gadis tersebut berasal dari keluarga yang terpandang di kota ini. Tanggal pernikahan pun telah ditetapkan oleh kedua belah pihak keluarga. Dua minggu sebelum pernikahan, pihak keluarga tunangan om Tim mengetahui kalau om Tim pernah dipenjara karena terlibat urusan kepolisian atas tuduhan pencopetan. Merasa kejadian tersebut dapat mencoreng reputasi keluarga sang gadis, secara sepihak, keluarga sang gadis membatalkan acara pernikahan mereka. Meskipun om Tim telah menjelaskan kejadian yang sebenarnya, tetapi keluarga sang gadis tetap tidak mau terima atas apa yang telah terjadi dan tetap membatalkan acara pernikahannya. Kemudian, sang gadis dijodohkan dengan pria lain. Dan hari itu merupakan hari pernikahan sang gadis bersama pria lain pilihan keluarga sang gadis tersebut..
Bahkan ketika kita telah mendapat buku untuk dibaca dan pensil untuk menulis; kita tetap akan lebih percaya atas omongan manusia yang tidak beralasan.
Ada satu cerita om Tim yang masih ku ingat sampai sekarang.
Suatu pagi yang cerah, om Tim sedang berjalan-jalan di keramaian kota. Tiba-tiba terdengar suara minta tolong. Ternyata ada satu wanita yang dicopet. Dengan sigapnya, om Tim mengejar si copet itu. Memasuki gang sempit, si copet merasa terdesak dan melepaskan dompet yang ada di genggamannya. Segera om Tim mengambil dompet itu sementara si copet segera kabur tanpa jejak. Menyusul dibelakang om Tim, wanita tersebut bersama dengan warga datang menghampiri om Tim. Om Tim menyerahkan dompet yang telah dipungutnya ke wanita tersebut. Tetapi apa yang terjadi sangat tidak diduga sebelumnya, warga yang berdatangan malah menuduh om Tim sebagai pencopet. Meskipun telah berusaha menerangkan duduk kejadian dan membela diri, namun tetap saja warga membawa om Tim ke kantor polisi. Di kantor polisi, om Tim diperiksa sebagai tuduhan atas pencopetan, tetapi om Tim tetap membela diri atas tuduhan yang tidak pernah dia lakukan. Untungnya, sang wanita yang dicopet kemudian menerangkan duduk permasalahan dan melihat wajah sang pencopet, yang berbeda sama sekali dengan om Tim. Terbebaslah om Tim dari tuduhan yang dilimpahkan padanya.
Beberapa bulan yang lalu, om Tim akhirnya bertunangan dengan seorang gadis yang telah menjadi pacarnya selama dua tahun. Gadis tersebut berasal dari keluarga yang terpandang di kota ini. Tanggal pernikahan pun telah ditetapkan oleh kedua belah pihak keluarga. Dua minggu sebelum pernikahan, pihak keluarga tunangan om Tim mengetahui kalau om Tim pernah dipenjara karena terlibat urusan kepolisian atas tuduhan pencopetan. Merasa kejadian tersebut dapat mencoreng reputasi keluarga sang gadis, secara sepihak, keluarga sang gadis membatalkan acara pernikahan mereka. Meskipun om Tim telah menjelaskan kejadian yang sebenarnya, tetapi keluarga sang gadis tetap tidak mau terima atas apa yang telah terjadi dan tetap membatalkan acara pernikahannya. Kemudian, sang gadis dijodohkan dengan pria lain. Dan hari itu merupakan hari pernikahan sang gadis bersama pria lain pilihan keluarga sang gadis tersebut..
Bahkan ketika kita telah mendapat buku untuk dibaca dan pensil untuk menulis; kita tetap akan lebih percaya atas omongan manusia yang tidak beralasan.
Jumat, 13 November 2009
cerita Moti
Aku punya cerita. Cerita tentang seorang bocah kecil berumur 4 tahun bernama Moti. Moti selalu ditinggal kedua orang tuanya bekerja sepanjang hari, tetapi dia tak pernah merasa sepi. Sepanjang hari dia selalu bermain di halaman rumahnya.
Pada suatu hari Moti melihat tante Sinta, tetangganya sedang duduk menangis di teras rumahnya. Memang, sudah beberapa hari ini Moti tidak melihat om Roy, tunangan tante Sinta, datang mengunjunginya. Tampaknya sedang ada permasalahan diantara mereka. Lalu Moti datang mendekati tante Sinta dan bertanya mengapa tante Sinta menangis. Segera tante Sinta menghapus air matanya. Merasa bingung akan keadaan tante Sinta, Moti segera menghibur tante Sinta. Sang tante yang tadinya bersedih, tampak terhibur dengan kedatangan bocah kecil ini. Dan dengan segera keduanya tampak begitu akrab.
Dalam beberapa hari ini, Moti dan tante sinta sering bersama meluangkan waktu. Tante Sinta sering mengajak Moti untuk bermain dan berjalan-jalan di taman kota. Tidak terlihat wajah sedih tante Sinta beberapa waktu yang lalu. Hingga pada suatu hari, Moti kembali melihat om Roy datang ke rumah tante Sinta. Terlihat mereka berdua sedang berbincang, hingga beberapa waktu kemudian tampak keduanya pergi. Sejak saat itu, Moti tidak melihat tante Sinta lagi. Dari cerita yang didengarnya, Moti mengetahui kalau tante Sinta telah kembali pergi bersama om Roy. Moti sangat bersedihy, tetapi dia tahu kalau sedih yang dia rasakan hanya sesaat dibanding dengan kebahagiaannya melihat tante Santi yang bahagia. Meskipun hanya sebentar, Moti sangat bahagia pernah memberi keceriaan sang tante di saat yang diperlukan.
Meskipun hanya sedikit, berikanlah keceriaan yang terbaik bagi orang-orang disekitarmu..
Pada suatu hari Moti melihat tante Sinta, tetangganya sedang duduk menangis di teras rumahnya. Memang, sudah beberapa hari ini Moti tidak melihat om Roy, tunangan tante Sinta, datang mengunjunginya. Tampaknya sedang ada permasalahan diantara mereka. Lalu Moti datang mendekati tante Sinta dan bertanya mengapa tante Sinta menangis. Segera tante Sinta menghapus air matanya. Merasa bingung akan keadaan tante Sinta, Moti segera menghibur tante Sinta. Sang tante yang tadinya bersedih, tampak terhibur dengan kedatangan bocah kecil ini. Dan dengan segera keduanya tampak begitu akrab.
Dalam beberapa hari ini, Moti dan tante sinta sering bersama meluangkan waktu. Tante Sinta sering mengajak Moti untuk bermain dan berjalan-jalan di taman kota. Tidak terlihat wajah sedih tante Sinta beberapa waktu yang lalu. Hingga pada suatu hari, Moti kembali melihat om Roy datang ke rumah tante Sinta. Terlihat mereka berdua sedang berbincang, hingga beberapa waktu kemudian tampak keduanya pergi. Sejak saat itu, Moti tidak melihat tante Sinta lagi. Dari cerita yang didengarnya, Moti mengetahui kalau tante Sinta telah kembali pergi bersama om Roy. Moti sangat bersedihy, tetapi dia tahu kalau sedih yang dia rasakan hanya sesaat dibanding dengan kebahagiaannya melihat tante Santi yang bahagia. Meskipun hanya sebentar, Moti sangat bahagia pernah memberi keceriaan sang tante di saat yang diperlukan.
Meskipun hanya sedikit, berikanlah keceriaan yang terbaik bagi orang-orang disekitarmu..
Kamis, 12 November 2009
Hanya Untukmu
inikah rasanya
bilaku sedang jatuh cinta
setiap hela nafasku
bahagia...
mengenal hatimu
hadirkan indahnya dunia
kau bawa irama cinta di jiwa
semua yang ku mau
hanyalah dirimu
satu...
kaulah jawaban semua doa
semua yang kurasa
rizkyonline.com
rindu dalam asa
di dekap cinta
hatiku untukmu
ooo..heyy...
haruskah diriku
bertanya pada bintang-bintang
pantaskahku mengharap cintanya
oo..ooo.ooo
semua yang ku mau
hanyalah dirimu
satu...
kaulah pelita
di dalam jiwa
semua yang kurasa
rindu dalam asa
di dekap cinta
hatiku untukmu
hanyalah untukmu
Ten 2 Five - Hanya Untukmu
bilaku sedang jatuh cinta
setiap hela nafasku
bahagia...
mengenal hatimu
hadirkan indahnya dunia
kau bawa irama cinta di jiwa
semua yang ku mau
hanyalah dirimu
satu...
kaulah jawaban semua doa
semua yang kurasa
rizkyonline.com
rindu dalam asa
di dekap cinta
hatiku untukmu
ooo..heyy...
haruskah diriku
bertanya pada bintang-bintang
pantaskahku mengharap cintanya
oo..ooo.ooo
semua yang ku mau
hanyalah dirimu
satu...
kaulah pelita
di dalam jiwa
semua yang kurasa
rindu dalam asa
di dekap cinta
hatiku untukmu
hanyalah untukmu
Ten 2 Five - Hanya Untukmu
Langganan:
Postingan (Atom)