Tampilkan postingan dengan label sekedar tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekedar tulisan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 November 2010

Melati di Ujung Makna

pernah aku melihat penderitaan
ketika datang, aku tak tahu dimana kebahagiaan
apakah kebahagiaan itu hanya janji
janji dari dalam perut bumi

hai angin
beritakan padaku
sebuah kisah tentang kedamaian
meskipun sedikit, barangkali aku perlu untuk mendengarnya

ketika aku berpikir
ketika aku berkata
ketika aku berlaku
dan semuanya itu tidak menjadi satu, apakah itu kemunafikan

dalam sendiri aku tertawa
dalam sendiripun aku menikmatinya
apakah aku ini adalah aku
yang hidup tanpa yang lain

berikan aku jawaban dari surga
tentang arti di dalam makna
yang memberi aku kehidupan
tanpa sedikit waktu untuk berpaling

melati tetaplah akan mekar
jangan berubah harum mu
tanpa hias, asa, dan bersama
selalu rindumu

Bubur Ayam, Adakah yang Salah dengan Kondisi Ini?

Flu macam malam ini sudah beberapa hari bersarang di dalam hidungku. Kalau sudah badan brasa ga enak begini, aku jadi kangen sama bubur di sudirman. Entah mengapa, kalau sudah makan disana, perasaan jadi lebih baekan ni sakit. Mungkin ini mirip sama sugesti kalo kita ke dokter. Hehehe..
Dua malam berturut-turut aku ke tempat bubur ayam itu tapi jodoh tak kunjung tiba. Hari pertama, aku telat dateng. Si penjualnya udah pulang (secara datengnya juga jam 10.edan!!). Hari kedua, pas banget nyampe sana langsung dibilang sama tukang jualnya "dah habis aak". Damn, ga tau apa aku lagi butuh sugesti biar sehat. Wkwk.. Akhirnya hari ini, sengaja, aku dateng jam 7 malem. Mau hujan menerpa, pokoknya malem ini harus makan bubur (ngidam critanya). And akhirnya, makan juga aku disana plus dibungkus satu plus jeruk murni 2 gelas. Lengkaplah sudah ngidam beberapa hari ini. Semoga sugesti ini bikin cepet baekan (kemaren2 marahan sama flu.haha..)

Kususuri jalan gelap belakang stasiun. Iseng, kubelokan motorku ke kanan. Kulalui jalan ABC di malam hari. Sekedar melihat jalan yang sudah lama tak kulalui (dulu sering banget makan ke c'mar.hehe..). Tapi jalan ini masih sepi dari 'pemandangan malam'nya. Entah karena masih hujan atau waktu yang masih kurang malam. Akhirnya kuputuskan pulang..

Bubur ayam ini sudah ada di depan mataku. Kusantap pelan-pelan sambil kunyalakan tv. Tepat di depan layar kacaku, kulihat sedang ada acara diskusi antara lembaga (entah, lupa aku) independen tenaga kerja dengan anggota dpr yang berbincang diantara keluarga dan penduduk di rumah salah satu tenaga kerja wanita yang belum lama ini dibunuh di arab sana. Terlihat mereka berdua berdebat diantara warga yang sedang sedih. Berdua mereka ngotot-ngototan mengenai peraturan tenaga kerja. Sementara mereka berdebat, terlihat penduduk yang ga tau apa-apa tentang peraturan hanya plonga-plongo. Tolong dulu.. Ada tempat dimana kita berdebat, bapak-bapak ibu-ibu.. Memang rakyat harus tahu apa yang dipersoalkan, tapi bukan dengan cara berdebat di waktu dan tempat yang tak tepat.

Teringat aku akan percakapan tadi sore dengan salah satu adek tingkatku mengenai sistem organisasi. Jarang aku datang ke himpunan yang dulu sering kusantroni, tapi saat tadi tiba-tiba hujan datang, aku berteduh, dan terjadilah percakapan itu. Aku teringat percakapan sore tadi mengenai sistem yang sedang terjadi di himpunan. Aku pikir sistem itu adalah yang terjadi sekarang. Mengenai ada rancangan sistem atau tidak, kujawab ada. Tetapi selama rancangan itu tidak dijalankan, tentunya hanya akan menjadi rancangan, tidak akan menjadi sebuah sistem. Dan ketika ada sebuah rancangan yang telah dirancang sebagus mungkin tetapi tidak dilaksanakan, dan sistem yang sedang berjalan sekarang ini kacau (tidak sesuai dengan apa yang seharusnya), maka tidak akan ada gunanya sistem tersebut dan otak-otak para pembikin rancangan itu. Dan ketika manusia-manusia yang berada di dalam sistem yang ada sekarang tidak menyadari bahwa ada yang salah (mungkin sekedar merasa ada yang salah tetapi tidak sadar akan kesalahan sistem), maka sistem itu akan tetap berjalan terus. Salahkah itu?

Diskusi di televisi ini mengingatkanku tentang sistem, rancangan sistem dan pelakunya. Salahkah ketika aku bilang tidak ada sistem yang jelas di negara ini? Atau hanya aku yang terkungkung dalam pikiranku sendiri hingga melihat segalanya kacau di negeri ini? Terkadang aku ingin bertanya kepada orang-orang di ujung sana, apakah kita punya rancangan sistem untuk kondisi ini lebih baik? Tidak masalahkah kita berada dalam kondisi kacau seperti ini?

Kalau sistem salah, kita perbaiki sistemnya. Kalau tidak ada rancangannya, kita rancang bersama. Kalau rancangannya belum terlaksana, kita laksanakan. Jangan kondisi ini yang kacau, lalu kita hanya menumbalkan 'korban' sistem yang ada. Kembali aku teringat pada tenaga kerja Indonesia (yang lagi hot diperdebatkan) dan 'pemandangan malam' tadi, haruskah kalian menjadi korban dari suatu kekacauan negeri ini?

Kepada siapa aku harus bertanya tentang semua ini?
Hanya ada waktu merenung bersama bubur ayam ini..
**Lanjut lagi makan buburnya.. (meskipun jadi berasa lebih berat) :)

Selasa, 15 Desember 2009

semangat dari seorang teman

satu waktu aku bersedih, ada teman yang berikan rangkaian kalimat...

Bila hari ini,
Mendung hati pekat menyelimutimu
Terimalah apa adanya

Karena rembang pagi suka citamu segera tiba
Segala citamu akan terjawab
Dan kau akan tertawa sepanjang masa

-A friend loves at all times, and a brother is born for adversity-

Minggu, 29 November 2009

cerita om Tim

Aku punya cerita. Cerita tentang seorang pria muda yang kupanggil om Tim. Perkenalan dengan om Tim bermula saat aku berada di suatu taman kota di jalan terkenal kota ini. Seorang pria muda tiba-tiba mendekatiku saat aku tengah sendiri menikmati dinginnya malam itu. Tak lama berselang, obrolan kami kian akrab layaknya seorang sahabat lama yang bertemu kembali.

Ada satu cerita om Tim yang masih ku ingat sampai sekarang.

Suatu pagi yang cerah, om Tim sedang berjalan-jalan di keramaian kota. Tiba-tiba terdengar suara minta tolong. Ternyata ada satu wanita yang dicopet. Dengan sigapnya, om Tim mengejar si copet itu. Memasuki gang sempit, si copet merasa terdesak dan melepaskan dompet yang ada di genggamannya. Segera om Tim mengambil dompet itu sementara si copet segera kabur tanpa jejak. Menyusul dibelakang om Tim, wanita tersebut bersama dengan warga datang menghampiri om Tim. Om Tim menyerahkan dompet yang telah dipungutnya ke wanita tersebut. Tetapi apa yang terjadi sangat tidak diduga sebelumnya, warga yang berdatangan malah menuduh om Tim sebagai pencopet. Meskipun telah berusaha menerangkan duduk kejadian dan membela diri, namun tetap saja warga membawa om Tim ke kantor polisi. Di kantor polisi, om Tim diperiksa sebagai tuduhan atas pencopetan, tetapi om Tim tetap membela diri atas tuduhan yang tidak pernah dia lakukan. Untungnya, sang wanita yang dicopet kemudian menerangkan duduk permasalahan dan melihat wajah sang pencopet, yang berbeda sama sekali dengan om Tim. Terbebaslah om Tim dari tuduhan yang dilimpahkan padanya.

Beberapa bulan yang lalu, om Tim akhirnya bertunangan dengan seorang gadis yang telah menjadi pacarnya selama dua tahun. Gadis tersebut berasal dari keluarga yang terpandang di kota ini. Tanggal pernikahan pun telah ditetapkan oleh kedua belah pihak keluarga. Dua minggu sebelum pernikahan, pihak keluarga tunangan om Tim mengetahui kalau om Tim pernah dipenjara karena terlibat urusan kepolisian atas tuduhan pencopetan. Merasa kejadian tersebut dapat mencoreng reputasi keluarga sang gadis, secara sepihak, keluarga sang gadis membatalkan acara pernikahan mereka. Meskipun om Tim telah menjelaskan kejadian yang sebenarnya, tetapi keluarga sang gadis tetap tidak mau terima atas apa yang telah terjadi dan tetap membatalkan acara pernikahannya. Kemudian, sang gadis dijodohkan dengan pria lain. Dan hari itu merupakan hari pernikahan sang gadis bersama pria lain pilihan keluarga sang gadis tersebut..


Bahkan ketika kita telah mendapat buku untuk dibaca dan pensil untuk menulis; kita tetap akan lebih percaya atas omongan manusia yang tidak beralasan.

Jumat, 13 November 2009

cerita Moti

Aku punya cerita. Cerita tentang seorang bocah kecil berumur 4 tahun bernama Moti. Moti selalu ditinggal kedua orang tuanya bekerja sepanjang hari, tetapi dia tak pernah merasa sepi. Sepanjang hari dia selalu bermain di halaman rumahnya.

Pada suatu hari Moti melihat tante Sinta, tetangganya sedang duduk menangis di teras rumahnya. Memang, sudah beberapa hari ini Moti tidak melihat om Roy, tunangan tante Sinta, datang mengunjunginya. Tampaknya sedang ada permasalahan diantara mereka. Lalu Moti datang mendekati tante Sinta dan bertanya mengapa tante Sinta menangis. Segera tante Sinta menghapus air matanya. Merasa bingung akan keadaan tante Sinta, Moti segera menghibur tante Sinta. Sang tante yang tadinya bersedih, tampak terhibur dengan kedatangan bocah kecil ini. Dan dengan segera keduanya tampak begitu akrab.

Dalam beberapa hari ini, Moti dan tante sinta sering bersama meluangkan waktu. Tante Sinta sering mengajak Moti untuk bermain dan berjalan-jalan di taman kota. Tidak terlihat wajah sedih tante Sinta beberapa waktu yang lalu. Hingga pada suatu hari, Moti kembali melihat om Roy datang ke rumah tante Sinta. Terlihat mereka berdua sedang berbincang, hingga beberapa waktu kemudian tampak keduanya pergi. Sejak saat itu, Moti tidak melihat tante Sinta lagi. Dari cerita yang didengarnya, Moti mengetahui kalau tante Sinta telah kembali pergi bersama om Roy. Moti sangat bersedihy, tetapi dia tahu kalau sedih yang dia rasakan hanya sesaat dibanding dengan kebahagiaannya melihat tante Santi yang bahagia. Meskipun hanya sebentar, Moti sangat bahagia pernah memberi keceriaan sang tante di saat yang diperlukan.

Meskipun hanya sedikit, berikanlah keceriaan yang terbaik bagi orang-orang disekitarmu..

Kamis, 12 November 2009

Hanya Untukmu

inikah rasanya
bilaku sedang jatuh cinta
setiap hela nafasku
bahagia...

mengenal hatimu
hadirkan indahnya dunia
kau bawa irama cinta di jiwa

semua yang ku mau
hanyalah dirimu
satu...
kaulah jawaban semua doa
semua yang kurasa
rizkyonline.com
rindu dalam asa
di dekap cinta
hatiku untukmu
ooo..heyy...

haruskah diriku
bertanya pada bintang-bintang
pantaskahku mengharap cintanya
oo..ooo.ooo

semua yang ku mau
hanyalah dirimu
satu...
kaulah pelita
di dalam jiwa
semua yang kurasa
rindu dalam asa
di dekap cinta
hatiku untukmu

hanyalah untukmu




Ten 2 Five - Hanya Untukmu

Rabu, 30 September 2009

pLagiaT

buat kamu semua yang pada ga tau apa itu plagiat, ni ta kasih definisi plagiat menurut KBBI online:

pla·gi·at n pengambilan karangan (pendapat dsb) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dsb) sendiri, msl menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan

Beberapa minggu yang lalu, aku kasih TA ku buat jadi referensi baca-baca ke mahasiswa s2 buat dijadiin Thesis. Bro, maksud kukasih TA ku tuh biar sampeyan-sampeyan semua pada punya gambaran buat apa yang kalian lakuin. Biar semuanya ga meraba-raba semua saat bikin sesuatu yang baru, kaya dulu yang kami (aku & Tia) lakuin. Aku sih maklum, TA yang kubuat itu emang belum ada yang pernah bahas sebelumnya dan belum pernah ada yang mengkaji (kecuali Pemerintah, itupun masih belum beres). Jadi kalau dulu kami bikin dan tulis berdasarkan apa yang kami pahami dan kami baca bepuluh-puluh artikel, pdf, dan buku asing (hampir ga ada referensi buku bahasa Indonesia), kami pengen kalau para pembuat dan pengANALISA berikutnya tidak lagi meraba-raba dalam gelap setelah baca TA kami, tapi bukan untuk MENJIPLAK. Itu PLAGIAT, fren..

Pagi ini aku baca draft yang ada di meja, dibawa oleh mahasiswa S2 itu. Hampir ga ada yang berubah. Bro, kami tulis itu TA kami kata per kata. Jadi, kalau kami inget apa yang kami tulis sendiri, bukan salah kami juga kalau kami bilang Thesis sampeyan tuh sama dengan TA kami (meskipun objeknya berbeda). Emang TA kami yang cuma S1 ini terlalu bagus untuk sekedar S1 dan sangat layak untuk menjadi Thesis, tapi bukan berarti seenak perut sampeyan ngopi-paste dari punya kami.

Aku belum tau musti ngapain. Kita lihat ntar dulu. Kalau udah bener-bener keterlaluan, awa sikat lah..




-aku ga pernah cari gara-gara sama orang, tapi jangan juga coba-coba nyenggol aku-

Kamis, 03 September 2009

Falsafah Anjing

Beberapa waktu belakangan aku menemukan sebuah makna baru dari seorang kawan lama. Dia sebut, Falsafah Anjing. Falsafah Anjing ini tercetus dari kehidupan anjing itu sendiri dengan kehidupan manusia sehari-hari.

Lihatlah anjing, anjing akan menurut kalau diberi makan tetapi kalau kita menendang anjing maka anjing itu tidak akan membalas menendang kita, tetapi akan membalas dengan menggigit kita sampai kita berdarah. Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, tetapi keburukan akan dibalas dengan yang lebih buruk lagi.

Entah benar, entah salah. Toh, inilah yang menjadi pemikiran sebagian manusia. Dan tugas kita untuk mengerti benar-salah nya, baik-buruk nya.

Adaptasi Manusia kah?

Ada kalanya seseorang naik dan turun. Tak selamanya orang selalu naek, begitu juga sebaliknya. Banyak filsuf yang selalu berkata bahwa hidup seperti roda. Hidup selalu berputar. Kadang di atas, kadang di bawah. Kehidupan pun selalu berputar. Ada saatnya manusia baru menggantikan manusia yang lama, dan yang baru pun digantikan oleh yang lebih baru lagi, begitu seterusnya.

Sewaktu kecil, kita masuk Taman Kanak-kanak, setelah itu masuk ke sekolah dasar. Di sekolah dasar, kita menjadi murid baru, yang harus bisa menyesuaikan diri terhadap lingkungan SD kita, hingga akhirnya menjadi siswa kelas enam, siswa yang paling senior. Selepas SD, kita diharuskan masuk ke tingkat yang lebih tinggi lagi, SMP. Siswa senior SD itupun masuk ke lingkungan SMP, yang berbeda dengan lingkungan SD sehingga memaksa mereka untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan SMP. Begitupun ketika menginjak bangku SMA, Perguruan tinggi, dan lingkungan pekerjaan.

Di lingkungan keluarga pun selalu berputar, meskipun ada saatnya kita akan tutup usia. Dari kecil kita selalu dididik, hingga saat-saat dimana kita bisa mencari jati diri dan membentuk karakter kita. Hingga ada saatnya kita menjadi seseorang yang mengharuskan kita untuk menjadi seorang pendidik. tanggung jawab semakin besar, dan menjadi lebih kompleks karena tidak hanya menyangkut diri kita sendiri tetapi berhubungan dengan orang lain, baik itu orang terdekat maupun orang banyak di lingkungan dimana kita berada.

Penyesuaian diri. Satu padanan kata yang membuat kita diharuskan merasa menjadi makhluk sosial yang selalu hidup bersama orang lain. Penyesuaian diri, bukanlah tanpa karakter. Penyesuaian diri merupakan bentuk karakter kita. Dan semua manusia membutuhkan itu, atau mati.

Senin, 20 April 2009

Akhirnya Lulus Juga..

Sabtu, 18 April 2009. Akhirnya aku lulus juga. Setelah empat setengah tahun di kandang gajah ini (baca: ITB), akhirnya aku lulus dengan bahagia. wkwk..

Ada beberapa kalimat yang ditanya beberapa orang ke aku dalam beberapa hari ini. Kalimat pertama, yaitu:
Gimana perasaan kamu?
Bahagia. Jelaslah, dengan kelulusan ini, minimal, aku udah nyelesein tanggungjawab secara langsung ma orang btua yang ngebiayaain pendidikan dasar (pendidikan dasar sampe tingkat kuliah maksudnya). Ga ngecewain orang tua, jelas bikin aku bahagia. Apalagi ngeliat mami bahagia, tentu bikin aku makin bahagia lebih. Pastinyo..

Kalimat kedua, "Habis lulus, mau ngapain?"
Kalo udah keluar kalimat tanya kaya gini, aku udah mulai males ni. Bayangin aja, dari selesai sidang TA, ga berapa lama kemudian udah ada yang nanya kaya ginian. Tahpapa.. Sebenernya, aku masih punya banyak pilihan yang pengen ku lakukan selesai lulus dari kuliah ini. Pengennya sih masih kerja sama dosen (proyek-proyek gitu) dengan harapan beasiswa S2 ato rekomendasi kerja dari dosen; trus pengen juga kerja di developer, ato konsultan sipil; trus yang ketiga, pengen buka usaha sendiri. Tapi karen males jawab panjang-panjang and pasti ada pertanyaan lanjutan (kalo kujawab sepanjang ini), makanya pada akhirnya kujawab "ntar lah.. masih santai-santai dulu ni..". (ini salah satu tips and trik buat para newbie lulusan. hehe..).

Kalimat ketiga, "Udah ada PW(Pendamping Wisuda) belom?"
Kalo pertanyaan ini, dengan jelas, kujawab "belom. lo mau nyariin?" (buat yang nanya cowo) atau "belom. lo mau jadi PW gw?" (buat yang nanya cewe). Kalo masalah ini sih, sebenarnya masalah klasik, jadi udah gampang jawabnya. Aku emang masih males buat yang kaya gini-ginian (meskipun ada beberapa cewe yang masi nempel di dalem sampe sekarang).

Ketiga pertanyaan diatas susah-susah-gampang aja jawabnya. Tapi yang dinanti dari kelulusanku adalah prosesi pe-nonhim-an dari HMS. Udah pada taulah (anak-anak ITB) gimana cara HMS buat me-nonhimp-kan anggotanya, dengan acara "kuya-kuyaan".

Singkat cerita, aku ga terlalu peduli sama acara wisuda di sabuga. Tapi acara kuya-kuyaan masih membekas sampe hari ini. Punggung ini udah jadi korban ketidakwarasan anak-anak HMS. Tar kapan-kapan dijelasin lah gimana prosesinya, sampe hasilin punggung yang biru-keungu-unguan. tahpapa.. capek.. mau tidur dulu (dengan tengkurap)..


Apapun yang terjadi sama punggungku, tetep mau bilang makasih banyak buat alumni2 dari 99-03 plus 04 yang udah dateng n buat temen-temen 05-06 yang udah ngasi 'tanda cinta' di punggung ini. plus 07 yang udah jadi panitia (sori, ga jadi ribut ma tambang n terra)
Thanks, bos-bis.. *senyum-senyum di malam hari*

*groookk..*

Senin, 16 Maret 2009

19 jam di kereta + 14 jam di Solo

Inilah perjalanan tersingkat gw di Solo. Sabtu malem kemarin, gw pulang Solo. Sampe di Solo hari Minggu pagi. Minggu siang, gw ada acara dan malemnya gw udah harus balik ke Bandung lagi. Sekarang udah Senin pagi, jam 2 pagi, dan gw ada di dalem kereta yang bawa gw balik ke Bandung. Ga bisa tidur pulak.. Ahh..

Ngomong-ngomong, ni kereta api kenapa dinamain kereta api ya? Emang sih, jaman dulu kalo mau jalanin kereta harus bikin pembakaran. Tapi, kenapa ga namanya kereta batu bara? Ato kereta baja? (karena bikinnya dari baja). Tahpapa lah. Yang pasti sekarang ini, gw naek kereta api Lodaya.

Gw jadi inget pertama kali naek kereta jarak jauh, gw naek kereta api Lodaya juga. Tepatnya bulan Agustus 2004, pas pertama kali ke Bandung buat kuliah. Waktu itu gw ditemenin sama ko Kucing. Jadi meskipun deg-degan, gw masih ada temen buat ngobrol. Ga nyangka, sudah empat tahun lebih, gw sudah jadi pelanggan kereta ini.

Tapi selama empat tahun, kereta Lodaya ini ga banyak perubahan. Dari dulu juga banyakan ngaretnya, daripada ontime nya. Bahkan pernah satu kali kesusul sama kereta Mutiara Selatan, yang adalah kereta bisnis. Kacau dah. Udah kaya naek bis aja, maen susul-susulan. Wkwk.. Kereta Lodaya ini emang rada nanggung. Katanya argo, tapi lamanya minta ampun. Udah gitu, sering banget mampir stasiun entah berantah. Terus fasilitasnya juga tahpapa. Yang katanya kelas bisnis dapet air minum & tisu basah, sekarang cuma dapet air minum doang. Kelas eksekutif juga ga jauh beda, meskipun fasilitasnya jauh lebih enak dibanding bisnis. Sekarang sih udah lebih bersih. Bayangin aja, dulu di kelas eksekutif baunya bau kamar mandi dan ada kecoa kecil-kecil di dindingnya. Seandainya dikelola lebih bagus lagi, pasti makin banyak yang bisa menikmati moda ini. Makanya, wajar aja kalo lama-kelamaan, orang lebih milih pesawat daripada kereta api.

*Oya, akhirnya besok rabu gw sidang. Doain aja ya biar lancar dan LULUS!! :)

Selasa, 03 Maret 2009

Jangan tidur pagi-pagi (kalau ga ada gunanya)..

Peristiwa tak terpuji ini berawal dari seminggu lalu. Mulai hari Senin sampe hari Kamis, gw ngejar setoran TA gw. Sepanjang hari gw di kosan, ga kemana-mana kecuali makan dan ketemu dosen pembimbing gw. Selama empat malem, gw ngerjain TA selalu sampai jam 4 atau jam 5 an pagi. Dan hasilnya..

Empat hari kemudian, gw tepar ga berbekas. Hahaha.. Tanda-tanda keteparan gw banyak bermunculan secara mendadak. Kpala gw pusing, badan gw panas, dan perut gw laper.. Sempet muncul kepikiran apakah gw tipes lagi, karena badan gw pegel-pegel dan mimpi gw selalu ga enak. Terakhir gw tipes, tanda kaya gitu selalu ada (dan gejala itu masih tetep ada sampe sekarang meskipun badan gw udah ga panas lagi). Di hari kedua sakit gw, badan gw dipenuhi sama tanda merah-merah. Dari tangan, kaki, muka, leher, sampe muka pada merah dan gatel semua. Pada titik ini, gw sempet ketakutan akan si nyamuk DB. Bukan desa binaan, tapi demam berdarah (jeng jeng jeng..).

Dengan penuh kepanikan, gw nanya ke beberapa temen gw tentang si merah gatel ini. Dan tiga dari empat responden gw, pada ngomong kalo itu bukan gejala DB tapi gejala stres. Wew.. Ga mungkin gw stres sampe kaya gini. Mustahil. Bullshit. Sapi duduk. Kuda liar. Kambing guling. Sialan. Tahvava..

Semoga semua cepat berlalu dan gw cepet sembuh dan gw semakin sehat dan TA gw cepet beres dan makin cepet deh gw kawin.. Hahahaha..


*barusan denger berita kalo ada mahasiswa Indonesia yang lompat dari lantai atas gedung setelah menusuk dosennya di Nanyang University, Singapura. Smoga bukan satu dari sekian temen gw.. (yang jadi stres, kaya gw. hehe.. ).

Minggu, 11 Januari 2009

Claudia Jasmine

Apa bener ini kisah nyata? Kalau beneran ada,mungkin gw memilih buat jadi Jerry. Jangan dilihat dari tampang. Soalnya kalau dari tampang pasti ga beda jauh:) Jadi lebih baik dilihat dari sosok (karakter). Cowok kayak gini susah didapat (gw banget). Cowok yang ngehargain dan menerima cewek sebagaimana mestinya. Beuh..

Film ini salah satu yang masuk banget buat gw. Banyak hal mengenai kehidupan yang bisa kita dapet dari film ini. Bagaimana kita memaafkan masa lalu kita, bagaimana kita menghargai kehidupan, bagaimana kita menerima atas apa yang telah kita terima, bagaimana enaknya cowok 'n menderitanya cewek saat terjadi MBA, dan banyak lainnya (pikirin ndiri lah, jangan minta disuapin terus haha..).

Hal lain yang penting dari film ini adalah Kirana Larasati (penting banget ni..). Mantap juga ni cewek (lagi-lagi, gw banget haha..). Di sini dia adu akting sama Kinaryosih, idola gw juga. Dan hasilnya.. Dua jempol tangan, dua jempol kaki dan empat jempol temen (minjem bentar) buat kedua cewek ini. Emang layak buat keduanya jadi idola gw.. (hore.. hore..)

So,ada yang mau ngerasain ice latte sama gw?



*dengan penuh harapan akan kembalinya peristiwa dua bulan lalu. entah kapan..
^_^

Minggu, 04 Januari 2009

Happy New Year

Sekarang sudah kumasuki bulan Januari di tahun yang baru ini.
Harusnya pergantian tahun ini kurayakan dengan sikap optimis dan kesukacitaan yang besar. Bukankah ini suatu anugerah yang sangat luar biasa? -bisa hidup di tahun yang baru-

Hari pertama tahun ini kurayakan dengan kegundahan hati. Kabar tentang musibah mami-ku tetap ga bisa kusembunyikan mesipun ragaku merayakan perpindahan tahun bersama teman-teman. Semoga ini dapat menjadi suatu berkat bagi kami sekeluarga.

Sebenarnya aku ga mau buru-buru masuk ke tahun ini karena -dengan masuk ke tahun ini- berarti hari-hari pembuatan Tugas Akhir-ku di ITB semakin sempit. Tapi, waktu terus berlalu dan semuanya tetap harus berjalan. Semoga aku dapat lulus di (awal) tahun ini.

Kegalauan hatiku..
Kesedihan hatiku..
Ketakutan akan masa depan..
Semua nya tetap kusimpan dalam hatiku
dan semua nya itu takkan menutupi sedikitpun rasa syukur kepada Allah-ku..

Semoga tahun ini semakin baik dari yang kemarin..
Happy New Year

Immanuel

Selasa, 23 Oktober 2007

Hujan

Hari ini adalah hari pertama hujan. Seharian penuh hujan. Aku tak suka musim hujan. Hanya hawa sejuk yang kusuka, tanpa hujan. Selalu tidak menyenangkan musim hujan. Pergi kemana-mana jadi susah. Penyakit datang silih berganti. Banjir selalu terjadi. Sedikit hujan saja, bukan hanya saluran drainase yang mengalirkan air, aspal jalan pun turut serta menjadi tempat aliran. Tanah becek. Dan kebiasaan pagiku, mendengar kicauan burung saat mau kuliah terpaksa tertunda. Burungpun enggan meninggalkan sarangnya. Selalu, kita semua menjadi lebih malas. Lebih nyaman menikmati hujan dari balik selimut tebal.

Tapi, ini saatnya bagi petani untuk bekerja lebih giat lagi. Saat-saat dimana sawah dapat berfungsi dengan sangat baik, karena air yang melimpah. Asal jangan banjir saja yang datang, lebih sengsara lagi hidup mereka nanti. Hasil yang melimpah dari sawahpun dapat semakin mencukupi kebutuhan di negeri ini. Tapi kenapa masih ada orang kelaparan di saat hujan ya? Entahlah apa dosa negeri ini. Sebenarnya, sudah lama kita tahu permasalahannya. Tapi banyak dari kita yang hanya berucap, tanpa berbuat.

Semoga hujan kali ini tidak membuat kita semakin malas, tanpa terkecuali malas memperhatikan sesama kita.

Mau tidak mau, aku tetap harus melewati hujan ini. Tanpa keluh. Hanya syukur yang pantas terucap. Toh, hujan pun tetap membawa kenikmatan bagi kita, apapun bentuknya.

-kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri-

Sabtu, 13 Oktober 2007

Kontribusi Nyata bagi Sesama

Indonesia tanah air beta

Pusaka abadi nan jaya

Indonesia sejak dulu kala

Tetap di puja-puja bangsa..”

Indonesia, negara dengan kekayaan alam dan keanekaragaman budaya, berpenduduk lebih dari 203 juta jiwa. Sangat disayangkan ketika semua yang dimiliki ternyata menjadi tanggungjawab berat yang harus dipikul. Lebih dari 60% penduduknya merupakan masyarakat dengan latar belakang kurang mampu secara finansial dan pendidikan. Sebagian besar dari wilayah tempat tinggal Indonesia merupakan daerah tertinggal. Ciri umum dari daerah tertinggal antara lain, tingkat kemiskinan tinggi, kegiatan ekonomi amat terbatas dan terfokus pada sumber daya alam, minimnya sarana dan prasarana, dan kualitas SDM rendah.

Berdasarkan validasi dan verifikasi yang dilakukan Kementrian Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, terdapat 199 kabupaten tertinggal dari 440 kabupaten di Indonesia, baik yang meliputi kategori tertinggal parah, sangat tertinggal maupun agak tertinggal. Dari 199 kabupaten tertinggal itu, sebanyak 123 kabupaten berada di kawasan timur Indonesia, 58 kabupaten di Sumatra, dan 18 kabupaten di Jawa dan Bali.

Kondisi geografis Indonesia yang terkenal dengan keindahan dan keunikannya, justru menjadi penghalang bagi kemajuan bangsa. Banyak dari masyarakat di daerah pegunungan dan hutan yang menjadi tertinggal dari masyarakat perkotaan dengan alasan letak daerah mereka yang sulit dijangkau. Kondisi alam yang menyulitkan selalu menghambat keberlangsungan kemajuan dari masyarakat daerah tersebut. Keanekaragaman budaya Indonesia , yang berhubungan erat dengan pemikiran masyarakat, yang menjadi ciri khas dan keunikan masyarakat pun justru menjadi kekangan bagi kemajuan teknologi. Hal ini terjadi karena pendidikan yang menjadi penghubung antara keduanya, tidak mereka dapatkan secara layak. Negara, yang harusnya menjadi penjamin keberlangsungan pendidikan bagi seluruh masyarakat, tampak selalu kewalahan dalam melaksanakannya. Pemerataan pembangunan dari pemerintah pusat juga tidak sebaik yang seharusnya didapatkan oleh tiap-tiap daerah. Kesenjangan antar daerah dapat dilihat dari peran daerah tersebut terhadap kemajuan bangsa, sarana dan prasarana yang ada di masing-masing daerah, serta kualitas masyarakat. Sebagai contoh dapat kita lihat peran Jakarta bagi Indonesia. Kota Jakarta selain berperan sebagai ibu kota negara dan pusat pemerintahan, juga berperan sebagai kota industri, kota bisnis, kota teknologi, bahkan telah menjadi kota pelajar. Hal itu yang membuat banyak kota-berpotensi tidak berkembang sebagaimana seharusnya perkembangan yang didukung oleh keseluruhan daerah di Indonesia.

Upaya yang harus dilakukan

Banyak hal yang harus dibenahi oleh bangsa Indonesia, juga oleh kita sebagai warga negara. Akar masalah yang mau tak mau harus dibenahi oleh kita adalah masalah pendidikan. Semua masalah akan dapat dengan mudah teratasi asalkan bangsa ini mempunyai pendidikan dan mental yang baik. Dengan adanya masyarakat yang mempunyai pendidikan berkualitas maka kebutuhan akan teknologi pasti akan berjalan dengan sendirinya. Ketika kebutuhan akan teknologi menjadi tinggi maka perkembangan teknologi tentu menjadi semakin pesat.

Fokus pembenahan pendidikan pada masyarakat daerah tertinggal menjadi kunci utama penyelesaian masalah yang ada. Tentu tidak semuanya berjalan dengan cepat dan gampang. Diperlukan waktu dan rencana jangka panjang serta dukungan dan semangat dari seluruh masyarakat Indonesia untuk mewujudkannya. Setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban untuk mewujudkan pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia tetapi tiap-tiap bagian masyarakat mempunyai perannya masing-masing. Pemerintah sebagai pemegang kekuasaan atas Republik ini tentu mempunyai bagian terbesar dalam pelaksanaan pendidikan.

Peran Operator Selular

Operator selular sebagai salah satu sarana yang dapat menjangkau masyarakat hingga ke pelosok-pelosok tanah air, selain Pemerintah dan TNI-Polri, mempunyai peran dan tanggungjawab moral yang cukup besar dalam pelaksanaan pendidikan yang berkualitas di Indonesia. Operator selular yang dapat menjangkau seluruh daerah di Indonesia sangat disayangkan apabila hanya digunakan untuk mencari keuntungan semata karena keuntungan hanya program jangka pendek yang tentunya harus dicapai. Tetapi jika mau melihat lebih jauh lagi, dengan upaya memajukan pendidikan dan teknologi bagi masyarakat di daerah tertinggal maka dalam beberapa tahun mendatang akan memperoleh pasar baru bagi bisnis operator selular. Hal itu dikarenakan, telah tercetak masyarakat berpendidikan yang mempunyai kebutuhan akan teknologi dan komunikasi dengan dunia luar.

Banyak hal yang dapat dilakukan operator selular untuk mengembangkan daerah tertinggal melalui pendidikan, salah satunya dengan pemberian bantuan pelaksanaan pendidikan bagi masyarakat di daerah tertinggal. Pemberian bantuan tersebut dapat dilakukan dengan pendirian sekolah-sekolah di daerah terpencil, atau dengan program beasiswa bagi masyarakat daerah tertinggal. Dengan dana yang terbatas, tentunya akan lebih mudah dilakukan dengan kerjasama dan dukungan secara langsung dengan Pemerintah, khususnya Kementrian Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal . Kerjasama dengan Pemerintah akan lebih mudah terlaksana apabila operator selular yang melakukannya karena operator selular (khususnya di Indonesia) merupakan salah satu ujung tombak kemajuan teknologi telekomunikasi di era globalisasi, yang secara tidak langsung berimbas pada kemajuan suatu bangsa. Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh pendidikan dan komunikasi dengan dunia luar. Upaya ini dapat menjadi trigger bagi pihak-pihak terkait lainnya untuk turut serta mengembangkan daerah tertinggal.

Sejalan dengan pelaksanaan pendidikan bagi masyarakat daerah tertinggal, kemajuan teknologi dalam dunia selular juga patut digalakkan. Dalam hal ini operator selaluar dapat melakukan kerjasama dengan Institusi Pendidikan serta Kementrian Riset dan Teknologi dalam melakukan berbagai riset guna mendukung teknologi yang memudahkan masyarakat awam daerah tertinggal di Indonesia untuk menggunakan teknologi dengan baik dan benar.




Dalam penentuan pertama langkah awal, upaya yang dapat dilakukan dengan membentuk suatu kawasan percontohan. Kawasan percontohan/pemodelan ini hanya sebagai proyek awal yang dapat dijadikan suatu gambaran bagaimana seharusnya suatu daerah dapat ‘mengejar ketertinggalan’nya dengan daerah lain.

Kesimpulan

Kehadiran Operator Selular, khususnya di Indonesia, memberi suatu harapan besar bagi pengembangan bangsa. Operator Selular mempunyai peran yang besar dalam percepatan pembangunan daerah tertinggal karena mempunyai kemampuan untuk menjangkau seluruh daerah di Indonesia dan merupakan ujung tombak perkembangan/kemajuan teknologi. Hal utama yang harus dibenahi untuk percepatan pembangunan daerah tertinggal di Indonesia adalah faktor pendidikan

Beberapa hal yang dapat dilakukan Operator Selular dalam upaya percepatan pembangunan daerah tertinggal antara lain: (1) upaya memajukan pendidikan di seluruh Indonesia, dengan fokus pada daerah tertinggal, dan kerjasama dengan pemerintah; (2) upaya pengembangan teknologi komunikasi sehingga alat komunikasi dapat dengan mudah digunakan oleh masyarakat awam di Indonesia, dengan kerjasama oleh institusi pendidikan dan pemerintah; (3) pembangunan kawasan-kawasan pemodelan bagi terlaksananya upaya percepatan pembangunan daerah tertinggal.

Dengan adanya upaya bagi percepatan daerah tertinggal melalui pendidikan dan kemajuan teknologi, diharapkan terciptanya masyarakat yang semakin maju dalam berpikir, bertindak dan bersikap sehingga pada akhirnya mendukung pembangunan Republik Indonesia.

“Bukanlah sebuah angan-angan hambar, Indonesia menjadi pusat perkembangan teknologi dan dipuja-puja bangsa. Bukan hanya sebuah lagu tetapi semangat untuk peduli kepada sesama dan untuk Indonesia...”

Selasa, 07 Agustus 2007

Rasa ini..

Gagal pulang bukan berarti harapan. Mungkin saja hanya terhilang kesempatan untuk bertemu keluarga, dan temen-temen. Dan, mungkin, suasana liburan itu sendiri. Suasana dari kota halaman (kota asal). Banyak kenangan yang bisa kita dapatkan kembali saat liburan. Rindu saat-saat ketemu ma temen-temen yang sudah lama gak ketemu. Rindu makanan-makanan solo yang enak (dan murah). Hmm... Terlebih lagi rindu masakan nyokap. Ingin rasanya cepet-cepet pulang.


[a]:
Tuhan, terima kasih sudah kau beri ku sebuah rasa. Rasa untuk menyayangi. Rasa rindu. Rasa kangen. Rasa.. Segala rasa. Semua rasa akan terasa lebih nikmat, apapun itu, bila dapat kujalani denganMu.

Selasa, 31 Juli 2007

Pak Asep Abas

Pak Asep Abas. Asal Leuwigajah,Bandung. Beliau dikenal di sekitarnya sebagai seorang pejuang lingkungan hidup. Beliau menanam bibit pohon di daerah Leuwigajah, yang selama ini kita kenal sebagai tempat pembuangan sampah . Bekas tempat pembuangan sampah itu telah ia 'sulap' menjadi kawasan hijau. Pasti, pada awalnya banyak orang yang menolak ajakannya untuk menanam. Setelah beberapa tahun, barulah sedikit demi sedikit orang-orang disekitarnya tergerak untuk melakukan penghijauan di daerah alang-alang yang gersang itu.


[a]:
Alangkah susahnya berbuat baik di sekitar dunia yang salah. Padahal kita tahu, mana yang salah.
Jangan pernah putus asa, kawan..

Sabtu, 28 Juli 2007

Ngobrol Kok di Belakang..

Pernah gak denger orang ngobrol dibelakang kita? Kita pasti jadi pengen tahu, siapa sih orangnya, apa sih yang di obrolin. Ya ga?
Tapi kalo ada orang yang ngebahas diri kita tanpa kita ketahui gimana?Tentunya dibelakang kita, maksudnya tanpa ada kita. Kalo obrolannya positif sih, kita malah bangga. Tetapi kalo yang di obrolin negatif, kan jadi dosa. Orang yang cupu. Gak berani langsung ngomong di depan kita.
Apapun alasannya, mungkin akan lebih baik jika langsung di obrolin ke orang yang bersangkutan. Tentunya dengan berbagai pertimbangan dan lihat kondisi saat ngobrol la.. Jaga etika mengobrol gethu (emang ada etika ngobrol ya) Hehehe... Jangan jadi tukang gosip. Jangan jadi super cupu man.
Sepakat?

Sabtu, 07 Juli 2007

Tgl. 07-07-07 hari hokie ?!

Hari ini adalah tanggal keramat bagi para penggemar numorologi atau
mereka yang percaya akan angka cantik atau angka hokie, sebab
bertepatan dengan tanggal 07-07-07. Bagi orang Yahudi; hari Sabtu
adalah hari ketujuh = Sabath. Maka tidaklah heran banyak orang yang
memilih hari ini sebagai tanggal hari perkawinannya. Terutama di
negara-negara Asia banyak sekali ibu yang khusus minta di operasi
caesar agar anaknya dapat dilahirkan bertepatan pada hari hokie ini.

Angka tujuh bisa disebut sebagai angka hokie, sebab ini melambangkan
tujuh lobang masuk yang dimiliki oleh manusia; 2 lubang hidung + 2
lubang kuping + 2 lubang hidung + mulut.

Angka 7 juga melambangkan angka kemenangan. Dalam judi angka triple-
seven merupakan angka hokie begitu juga bagi para pemain mesin
jackpot. Di Jepang angka 7 adalah angka hokie sedangkan angka 9
adalah angka sial, sebab lafal kata untuk angka 9 dalam bhs Jepang "
ku" = menderita.

Aneh bin nyata; berdasarkan penelitian apabila orang disuru memilih
angka antara 1 s/d 9 kebanyakan orang memilih angka 7. Angka tujuh
ini dapat dibilang sebagai angka sempurna, sebab melambangkan
kesatuan dari perempuan (segi empat) dan pria (segi tiga).

Bagi umat Kristen angka 7 adalah angka sempurna, dunia diciptakan
dalam 7 hari, sedangkan angka 6 adalah angka yang tidak sempurna
atau angka setan. 666 melambangkan angka dari "Iblis, Nabi Palsu dan
Anti Christ" sedangkan angka 777 melambangkan Allah Tritunggal. Nabi
Yusuf dapat hokie besar setelah ia bisa menafsirkan mimpi Firaun
mengenai angka tujuh.

Kata CHRIST dalam urutan angka abjad kalau dijumlahkan menjadi 77.
Sedangkan kita harus memaafkan orang 7 x 70 kali. Satu Minggu = 7
hari. Berdasarkan Injil Lukas dalam silsilah Yesus adalah generasi
yang ke 77. Di Kitab Wahyu banyak sekali lambang angka 7 digunakan,
maka dari itu juga ada aliran Kristen Gereja Masehi Advent Hari
Ketujuh.

Bagi umat Islam, angka 7 juga berarti angka baik sebab surga itu ada
di tingkat ke 7 dan ada 7 ayat dalam Surat al-Fatiha. Sedangkan
Buddha berjalan tujuh langkah setelah ia dilahirkan. Dalam agama
Hindu ada 7 Chakra (sahasrara).

Ti ngkat kemurnian atau kebersihan air akan tercapai, apabila sudah
mencapai level pH-7. Ada tujuh warna pelangi. Dongeng Putri Salju
dan 7 kurcaci, Sinbad melayari 7 samudra. Film The seven Samurai.
Berdasarkan novel dari Harry Potter angka 7 adalah angka yang paling
sakti. Buku yang menggunakan angka 7; The Seven Years of Tibet. The
Seven pillars of wisdoms. Tujuh keajaiban dunia dan 7 samudera.
James Bond = 007, minuman 7-Up, toko 7-Eleven. Merek rokok "Number
7" adalah rokok yang paling laris di Canada.

Banyak orang kegilaan akan angka cantik sehingga mereka bersedia
membayar dengan harga tinggi untuk mendapatkan angka cantik
tersebut. Misalnya telpon angka cantik termahal yang di dunia adalah
no telpon 7 x 6 atau 666-666 di Doha – Qatar yang telah laku terjual
seharga AS$ 2,7 juta. Sedangkan angka 7 x 8 atau 888-888 terjual di
Chengdu – Tiongkok senilai AS$ 270.723. Bagi orang Tionghoa angka 8
adalah angka hokie.

Walaupun demikian menurut pakar komputer Steve Wozniak angka telpon
888-8888 itu tidak baik, akan selalu sibuk, masalahnya apabila anak
kecil mulai main telpon maka ia akan memilih akan selalu memilih
nomor 8888888.

Konon Jacky Chan tidak segan2 mengeluarkan uang satu juta AS$ hanya
untuk mendapatkan nomor plat mobil 8888 sedangkan perusahaan Sichuan
Airlines telah membayar 25 milyar Rp khusus untuk membeli no:
88888888 (8x8) sebab angka 8 (fa = dialek Kanton) berarti hokinya
datang. Dan khusus untuk mendapatkan nomor cantik 135 8585 8585 yg
berarti: "Biarlah saya menjadi kaya, menjadi kaya, menjadi kaya"
telah dibeli dgn harga Euro 900.000 (95 milyar Rp) laporan
dari "Shanghai Daily".

Bagi mereka yang sudah kelewatan tanggal 07-07-07 masih ada tanggal
cantik lainnya ialah 20-07-2007.

Sedangkan untuk tahun depan yang sudah pasti di Tiongkok akan
menjadi hari atau tanggal sakti yang digandrungi oleh jutaan orang
adalah tgl 08-08-08. Maka dari itu buruan pesan hotel untuk hari
nikah pada tgl tersebut atau usahakan agar sang istri sudah bisa
hamil pada bulan Desember yang akan datang ini.


dari:Mang Ucup
www.mangucup. org