Rabu, 07 Januari 2009
Oleh Oleh dari Medan
Emang enak kalo makan makanan yang langsung dari asal daerahnya. Makin brasa nikmatnya. Wkwk.. Makin lengkap pulak minumnya brem bali (malem-malem gini males cari yang aneh-aneh).
Akhirnya rencana malam ini yang mau bikin TA terpaksa diundur ntar pagi :)
Jadi babi dulu awa..
Hahaha..
*Thanks,Cathy..
Minggu, 04 Januari 2009
Happy New Year
Harusnya pergantian tahun ini kurayakan dengan sikap optimis dan kesukacitaan yang besar. Bukankah ini suatu anugerah yang sangat luar biasa? -bisa hidup di tahun yang baru-
Hari pertama tahun ini kurayakan dengan kegundahan hati. Kabar tentang musibah mami-ku tetap ga bisa kusembunyikan mesipun ragaku merayakan perpindahan tahun bersama teman-teman. Semoga ini dapat menjadi suatu berkat bagi kami sekeluarga.
Sebenarnya aku ga mau buru-buru masuk ke tahun ini karena -dengan masuk ke tahun ini- berarti hari-hari pembuatan Tugas Akhir-ku di ITB semakin sempit. Tapi, waktu terus berlalu dan semuanya tetap harus berjalan. Semoga aku dapat lulus di (awal) tahun ini.
Kegalauan hatiku..
Kesedihan hatiku..
Ketakutan akan masa depan..
Semua nya tetap kusimpan dalam hatiku
dan semua nya itu takkan menutupi sedikitpun rasa syukur kepada Allah-ku..
Semoga tahun ini semakin baik dari yang kemarin..
Happy New Year
Immanuel
Jumat, 31 Oktober 2008
Langkah Tak Selalu Mudah
Tentu tidak.
Banyak cara untuk ungkapkan rasa di dalam diri, yang mungkin tidak akan terus dapat dibawa hingga mati..
Sore hari kemarin, mungkin merupakan salah satu momentum yang indah dalam hidupku. Berawal pada dua setengah tahun yang lalu, ketika aku diberikan kesempatan merasakan indahnya kasih eros kepada salah satu anak manusia. Dan merupakan langkah besar ketika aku boleh mengakhirinya dengan indah pada sore kemarin..
Indah? Iya. Menurutku bukan karena hasil yang telah kucapai, tetapi karena proses panjang yang dapat kulalui dengan indahnya. Toh rasa ini telah membuatku menjadi lebih baik dan mendewasakanku..
apalah arti kasih tanpa pengorbanan dan kekuatan dari dalam hati
Minggu, 18 Mei 2008
Mencari masa depan bulutangkis Indonesia
Cina 3 - 1 Korea
Final Uber Cup:
Cina 3 - 0 Indonesia
Di negeri sendiri, kita dipencundangi!
Tim Uber berdiri tegak di final. Dengan kemampuan bertanding yang terlihat beberapa tahun belakangan ini, hasil ini merupakan pencapaian luar biasa. Sangat yakin, apabila skuad yang ada sekarang ini dipoles lebih lagi maka prestasi bulutangkis putri Indonesia akan sangat membanggakan. Dengan catatan, harus dilakukan pembinaan dengan sunguh-sungguh.
Tim Thomas Indonesia hanya sampai ke babak semifinal. kalah dengan Tim Korea 3-0. Boleh dibilang kekalahan di semifinal ini merupakan kekalahan yang sungguh tidak layak. Dengan materin pemain kelas dunia dan kelas yang lebih tinggi dari lawan, sangat tidak layak jika Indonesia harus kalah. Secara teknik, pasti tidak diragukan lagi kemampuannya. apakah yang membuat kita kalah dan (terlihat) payah dalam bermain di ajang ini? Jawabannya hanya satu, yaitu mental dan semangat. Tim Thomas kita terlihat tidak bersemangat dan tidak ada nafsu bertanding.
Entah apa yang terjadi. Kita pun tidak akan pernah tahu apa yang terjadi di balik layar dan kita tidak mungkin 'menghakimi' mereka terlalu cepat. Jika dibandingkan dengan sejarah per-bulutangkis-an Indonesia dahulu, saat ini atlet Indonesia terlihat berjalan ditempat. Kurangnya regenerasi. Kurangnya intensitas bertanding. Permasalahan internal. Penghargaan terhadap pemain. Dan masih banyak faktor non teknis lainnya. Pastinya hal ini tidak dapat dibiarkan pemerintah secara terus menerus.
Pembinaan sejak usia sekolah dasar dan kompetisi dalam negeri untuk regenerasi serta pertandingan internasional bagi para atlet, dan pembinaan yang baik akan menjadi salah satu pemecahan masalah bagi masa depan bulutangkis Indonesia. Tentunya ini tidak akan berjalan dengan nyaman dan instan. Perlu pengorbanan dari berbagai komponan, baik pemerintah dan masyarakat.
Kita tidak mau terus-menerus dianggap sabagai pecundang yang selalu kalah. Dan hanya ada satu pertanyaan bagi kita semua, apakah kita siap berkorban bagi republik ini?
Selasa, 23 Oktober 2007
Hujan
Hari ini adalah hari pertama hujan. Seharian penuh hujan. Aku tak suka musim hujan. Hanya hawa sejuk yang kusuka, tanpa hujan. Selalu tidak menyenangkan musim hujan. Pergi kemana-mana jadi susah. Penyakit datang silih berganti. Banjir selalu terjadi. Sedikit hujan saja, bukan hanya saluran drainase yang mengalirkan air, aspal jalan pun turut serta menjadi tempat aliran. Tanah becek. Dan kebiasaan pagiku, mendengar kicauan burung saat mau kuliah terpaksa tertunda. Burungpun enggan meninggalkan sarangnya. Selalu, kita semua menjadi lebih malas. Lebih nyaman menikmati hujan dari balik selimut tebal.
Tapi, ini saatnya bagi petani untuk bekerja lebih giat lagi. Saat-saat dimana sawah dapat berfungsi dengan sangat baik, karena air yang melimpah. Asal jangan banjir saja yang datang, lebih sengsara lagi hidup mereka nanti. Hasil yang melimpah dari sawahpun dapat semakin mencukupi kebutuhan di negeri ini. Tapi kenapa masih ada orang kelaparan di saat hujan ya? Entahlah apa dosa negeri ini. Sebenarnya, sudah lama kita tahu permasalahannya. Tapi banyak dari kita yang hanya berucap, tanpa berbuat.
Semoga hujan kali ini tidak membuat kita semakin malas, tanpa terkecuali malas memperhatikan sesama kita.
Mau tidak mau, aku tetap harus melewati hujan ini. Tanpa keluh. Hanya syukur yang pantas terucap. Toh, hujan pun tetap membawa kenikmatan bagi kita, apapun bentuknya.
-kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri-
Sabtu, 13 Oktober 2007
Kontribusi Nyata bagi Sesama
“
Pusaka abadi nan jaya
Tetap di puja-puja bangsa..”
Berdasarkan validasi dan verifikasi yang dilakukan Kementrian Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, terdapat 199 kabupaten tertinggal dari 440 kabupaten di Indonesia, baik yang meliputi kategori tertinggal parah, sangat tertinggal maupun agak tertinggal. Dari 199 kabupaten tertinggal itu, sebanyak 123 kabupaten berada di kawasan timur Indonesia, 58 kabupaten di Sumatra, dan 18 kabupaten di Jawa dan Bali.
Kondisi geografis
Upaya yang harus dilakukan
Banyak hal yang harus dibenahi oleh bangsa
Fokus pembenahan pendidikan pada masyarakat daerah tertinggal menjadi kunci utama penyelesaian masalah yang ada. Tentu tidak semuanya berjalan dengan cepat dan gampang. Diperlukan waktu dan rencana jangka panjang serta dukungan dan semangat dari seluruh masyarakat
Peran Operator Selular
Operator selular sebagai salah satu sarana yang dapat menjangkau masyarakat hingga ke pelosok-pelosok tanah air, selain Pemerintah dan TNI-Polri, mempunyai peran dan tanggungjawab moral yang cukup besar dalam pelaksanaan pendidikan yang berkualitas di Indonesia. Operator selular yang dapat menjangkau seluruh daerah di
Banyak hal yang dapat dilakukan operator selular untuk mengembangkan daerah tertinggal melalui pendidikan, salah satunya dengan pemberian bantuan pelaksanaan pendidikan bagi masyarakat di daerah tertinggal. Pemberian bantuan tersebut dapat dilakukan dengan pendirian sekolah-sekolah di daerah terpencil, atau dengan program beasiswa bagi masyarakat daerah tertinggal. Dengan dana yang terbatas, tentunya akan lebih mudah dilakukan dengan kerjasama dan dukungan secara langsung dengan Pemerintah, khususnya Kementrian Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal . Kerjasama dengan Pemerintah akan lebih mudah terlaksana apabila operator selular yang melakukannya karena operator selular (khususnya di
Sejalan dengan pelaksanaan pendidikan bagi masyarakat daerah tertinggal, kemajuan teknologi dalam dunia selular juga patut digalakkan. Dalam hal ini operator selaluar dapat melakukan kerjasama dengan Institusi Pendidikan serta Kementrian Riset dan Teknologi dalam melakukan berbagai riset guna mendukung teknologi yang memudahkan masyarakat awam daerah tertinggal di

Dalam penentuan pertama langkah awal, upaya yang dapat dilakukan dengan membentuk suatu kawasan percontohan. Kawasan percontohan/pemodelan ini hanya sebagai proyek awal yang dapat dijadikan suatu gambaran bagaimana seharusnya suatu daerah dapat ‘mengejar ketertinggalan’nya dengan daerah lain.
Kesimpulan
Kehadiran Operator Selular, khususnya di
Beberapa hal yang dapat dilakukan Operator Selular dalam upaya percepatan pembangunan daerah tertinggal antara lain: (1) upaya memajukan pendidikan di seluruh Indonesia, dengan fokus pada daerah tertinggal, dan kerjasama dengan pemerintah; (2) upaya pengembangan teknologi komunikasi sehingga alat komunikasi dapat dengan mudah digunakan oleh masyarakat awam di Indonesia, dengan kerjasama oleh institusi pendidikan dan pemerintah; (3) pembangunan kawasan-kawasan pemodelan bagi terlaksananya upaya percepatan pembangunan daerah tertinggal.
Dengan adanya upaya bagi percepatan daerah tertinggal melalui pendidikan dan kemajuan teknologi, diharapkan terciptanya masyarakat yang semakin maju dalam berpikir, bertindak dan bersikap sehingga pada akhirnya mendukung pembangunan Republik
“Bukanlah sebuah angan-angan hambar,
Selasa, 07 Agustus 2007
Rasa ini..
[a]:
Tuhan, terima kasih sudah kau beri ku sebuah rasa. Rasa untuk menyayangi. Rasa rindu. Rasa kangen. Rasa.. Segala rasa. Semua rasa akan terasa lebih nikmat, apapun itu, bila dapat kujalani denganMu.